Medan – Road show mendongeng dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang dibawakan pendongeng nasional Kak Bimo resmi berakhir di Kota Medan, Jumat (31/7/2026). Kegiatan penutup digelar di Perguruan Islam Nurul ‘Azizi dan diikuti ratusan siswa jenjang TK, SD, hingga SMP dengan penuh antusias.
Dalam kegiatan tersebut, Kak Bimo membawakan berbagai kisah inspiratif yang mengajarkan anak-anak untuk mampu membedakan perbuatan baik dan buruk. Dengan gaya bertutur yang ceria, interaktif, dan penuh humor, ia mengajak para peserta memahami bahwa setiap amal manusia akan dicatat oleh malaikat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Suasana semakin meriah saat Kak Bimo menirukan berbagai karakter yang akrab di kalangan anak-anak. Cara penyampaiannya yang komunikatif membuat para siswa larut dalam cerita, tertawa bersama, sekaligus memahami pesan moral dan nilai-nilai keislaman yang disampaikan.
Direktur PAUD Intan Payong sekaligus Wakil Direktur Yayasan Bina Anak Usia Dini (Yabani), Dhulhadi, mengatakan bahwa kegiatan mendongeng bukan sekadar hiburan, melainkan media pendidikan karakter yang efektif bagi anak-anak.
Menurutnya, kisah-kisah yang dibawakan Kak Bimo mengajarkan anak menjalani kehidupan sesuai ajaran Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW. Ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan melalui dongeng dapat membekas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Pemilik Perguruan Islam Nurul ‘Azizi, Noor Balqis, mengapresiasi kehadiran Kak Bimo yang dinilai berhasil menghadirkan pembelajaran agama dengan cara yang menyenangkan. Ia menyebut anak-anak terlihat gembira, aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dan berharap seluruh siswa tumbuh menjadi generasi yang saleh, berakhlak mulia, serta membanggakan orang tua, agama, dan bangsa.
Sebagai bentuk penghargaan, Noor Balqis menyerahkan cendera mata kepada Kak Bimo atas dedikasinya dalam menyebarkan pendidikan karakter melalui dunia dongeng.
Kegiatan di Medan menjadi penutup rangkaian road show Kak Bimo dalam memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang telah berlangsung di berbagai daerah di Aceh hingga Sumatera Utara.
Selama perjalanan tersebut, ribuan anak mendapatkan edukasi mengenai akhlak, adab, disiplin, kepedulian, serta nilai-nilai kehidupan melalui metode mendongeng yang kreatif, edukatif, dan menghibur.









