Home / Banda Aceh / Lingkungan

Sabtu, 29 November 2025 - 15:23 WIB

Flower Aceh Desak Bencana Nasional untuk Banjir Aceh

Relawan membantu warga terdampak banjir di Aceh. (Foto: Arsip FA)

Relawan membantu warga terdampak banjir di Aceh. (Foto: Arsip FA)

Banda Aceh — Lembaga pemberdayaan perempuan Flower Aceh menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda berbagai wilayah di Sumatera, termasuk Aceh.

Dalam pernyataan sikap resminya, pada Sabtu, 29 November 2025, Flower Aceh menilai situasi di lapangan sangat berat, terutama bagi perempuan, anak, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Koordinator Program Flower Aceh, Ernawati, menyebutkan bahwa banjir menyebabkan kerusakan signifikan pada sarana dan prasarana. Sejumlah jalan terputus, rumah warga rusak, dan fasilitas publik lumpuh. Meski air perlahan surut, masyarakat masih berada dalam kondisi siaga karena debit sungai tetap tinggi dan berpotensi kembali meluap.

Baca Juga |  Buka Puasa Bersama PAUD Intan Payong, Anak Tampilkan Al-Qur’an dan Shalawat

“Krisis air bersih terjadi di banyak titik. Warga kesulitan mendapatkan air minum layak konsumsi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterbatasan penerangan juga menghambat evakuasi dan meningkatkan risiko keamanan, khususnya bagi perempuan dan anak.

Selain itu, terjadi panic buying yang memperparah distribusi logistik. Harga kebutuhan pokok melonjak tajam, termasuk telur yang kini semakin sulit ditemukan. Kondisi ini menambah beban ekonomi rumah tangga, terutama keluarga berpendapatan rendah dan perempuan kepala keluarga.

Berdasarkan pemetaan Flower Aceh di sejumlah kabupaten/kota terdampak banjir, kebutuhan paling mendesak meliputi: Air bersih dan air minum, Penerangan darurat, Sembako dan makanan siap saji, Kebutuhan spesifik perempuan, bayi, lansia, dan penyandang disabilitas (makanan bayi, popok lansia, pembalut, pakaian dalam, selimut, dan emergency kit), Pakaian layak pakai akibat pakaian warga banyak berlumpur, Obat-obatan untuk gatal, diare, demam, infeksi kulit, dan keluhan kesehatan lainnya.

Baca Juga |  Konvoi Bantuan Aceh Berujung Pengamanan Aparat

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, mendesak pemerintah untuk segera merespon cepat dan terukur terhadap bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia menegaskan beberapa hal yang harus menjadi prioritas negara:

  • Memperkuat koordinasi lintas lembaga dan memastikan distribusi bantuan yang adil serta tidak diskriminatif.
  • Menetapkan status Bencana Nasional, mengingat skala dampak, tingginya kerentanan masyarakat, dan luasnya wilayah terdampak.
  • Memastikan kelompok rentan terjangkau dalam evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan.
  • Menjamin akses air bersih, makanan bergizi, penerangan, layanan kesehatan, serta lokasi pengungsian yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.
  • Mengendalikan lonjakan harga kebutuhan pokok agar warga tidak semakin terpuruk secara ekonomi.
Baca Juga |  Kafilah Aceh Raih Empat Gelar di STQH Nasional 2025

Flower Aceh bersama Forum PRB, Koalisi NGO HAM, Walhi Aceh, YPANBA, dan jaringan masyarakat sipil lainnya menyatakan siap terlibat dalam respon bencana serta terus memantau langsung kondisi di lapangan.

“Aceh darurat — negara harus hadir dan bertindak cepat,” tegas Riswati.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Tim Patnal Kroscek Blok Hunian Lapas Banda Aceh
Sertijab Polresta Banda Aceh

Banda Aceh

Sertijab Polresta Banda Aceh, Mawardi Kini Jabat Kabag Ops
Riswati

Banda Aceh

Flower Aceh Dorong Implementasi RAD P3AKS di Aceh
Festival Literasi Aceh Tengah

Banda Aceh

Festival Literasi Aceh Tengah 2026 Resmi Dibuka di Takengon
Hari kesaktian Pancasila

Banda Aceh

Irdam IM Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila
Polda Aceh peringati hari kesaktian Pancasila

Banda Aceh

Kapolda Aceh Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Banda Aceh

Pratu Riski Febrian Juara 3 Fotografi Nasional HUT TNI
Talkshow Marnia the modern women

Banda Aceh

Talk Show Marnia Dorong Perempuan Aceh Jadi Cantik, Cerdas dan Berkarakter