Aceh Besar – Dua helikopter H225M milik TNI Angkatan Udara kembali mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk menembus wilayah terdampak bencana di Aceh yang hingga kini masih terisolir. Kedua heli tersebut—HT-7202 dan HT-7205 dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor—terbang dari Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda, Senin 8 Desember 2025.
Helikopter Caracal HT-7202 yang diawaki Mayor Pnb Yusman diterbangkan menuju Takengon, Aceh Tengah, dengan dua sortie penerbangan yang membawa total 2 ton bantuan sosial untuk warga yang belum bisa dijangkau melalui jalur darat.
Sementara itu, Caracal HT-7205 yang dipiloti Kapten Pnb Bagus menyalurkan 2.450 kilogram bantuan ke empat titik pendaratan di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah, yakni Rembele, Timang Gajah, Gajah Putih, dan Rimba Raya. Operasi udara dilakukan dengan manuver low flight dan monitoring cuaca ketat demi memastikan bantuan tiba dengan aman dan tepat sasaran.
Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda sekaligus Dansatgasud Aceh, Kolonel Nav Sudaryanto, S.M., menyampaikan bahwa total bantuan yang telah disalurkan melalui jalur udara mencapai 8.728 kilogram. Bantuan tersebut ditujukan untuk masyarakat di wilayah-wilayah yang masih sulit ditembus, seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
“Distribusi melalui udara ini merupakan komitmen TNI untuk memastikan bantuan tetap sampai meski medan sangat menantang,” ujar Kolonel Sudaryanto.
Operasi ini kembali menegaskan peran TNI AU sebagai elemen strategis dalam misi kemanusiaan, terutama pada fase kritis pascabencana ketika akses darat terputus dan masyarakat menunggu bantuan segera.








