Home / Aceh Besar / Sosial & Budaya

Senin, 20 Oktober 2025 - 16:45 WIB

JASA Aceh Besar Gelar Diskusi Refleksi 20 Tahun Damai Aceh

JASA Aceh Besar refleksi 20 tahun perdamaian Aceh dengan melibatkan generasi muda, menghadirkan Fauzan Azima dan Iqbal Ahmady, (Foto:Dok)

JASA Aceh Besar refleksi 20 tahun perdamaian Aceh dengan melibatkan generasi muda, menghadirkan Fauzan Azima dan Iqbal Ahmady, (Foto:Dok)

Jantho — Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Aceh Besar menggelar diskusi interaktif kepemudaan bertema “Spirit Pemuda Aceh dalam Merawat Perdamaian Berkelanjutan melalui Momentum Sumpah Pemuda”, Senin (20/10/2025).

Acara yang berlangsung di Kantor Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Blang Bintang ini diikuti lebih dari 100 peserta muda dari berbagai kecamatan di Aceh Besar.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi perjalanan 20 tahun perdamaian Aceh, sekaligus upaya memperkuat peran generasi muda dalam menjaga semangat damai pasca-Perjanjian Helsinki.

Deputi 1 Badan Reintegrasi Aceh, Fauzan Azima, yang juga mantan Panglima GAM Wilayah Gayo, mengingatkan pentingnya menjaga warisan damai yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar.

Baca Juga |  FKM BKA Angkat Isu Kesetaraan dan Akses Perempuan di Aceh

“Damai yang kita rasakan hari ini harus dijaga dan dirawat. Tapi itu bukan berarti perjuangan sudah berakhir,” tegas Fauzan.

Menurutnya, tantangan Aceh pasca-konflik justru lebih berat daripada masa perang. Ia menilai masih banyak agenda penting yang belum tuntas, seperti realisasi butir kesepakatan Helsinki, pelimpahan kewenangan Aceh, hingga dana abadi perdamaian.

“Perang dari tahun 1976 sampai 2005 itu perang kecil. Setelah damai, justru kita sedang menghadapi perang besar — perang untuk membangun Aceh,” ujarnya.

Fauzan juga menyoroti maraknya fitnah dan caci maki terhadap mantan pimpinan GAM di media sosial, yang menurutnya dapat merusak citra perjuangan dan menggerus kepercayaan publik terhadap perdamaian Aceh.

Baca Juga |  Sanitasi dan Air Bersih Kunci Pencegahan Stunting di Aceh Besar

“JASA perlu membentuk tim untuk mengontra isu liar yang tidak berdasar. Pemimpin perjuangan jangan dijadikan bahan bully setiap hari,” serunya.

Ia juga mengingatkan anak muda Aceh agar terus menempuh pendidikan tinggi, memperkuat nilai persatuan lintas wilayah dan suku, serta menumbuhkan kepedulian sosial sebagai fondasi keberlanjutan damai.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Syiah Kuala (USK), Iqbal Ahmady, menegaskan bahwa sejarah bangsa Indonesia selalu mencatat peran sentral pemuda dalam setiap perubahan besar.

“Dari Sumpah Pemuda 1928, gerakan Rengasdengklok 1945, hingga reformasi 1998 — semua lahir dari keberanian dan kesadaran pemuda,” kata Iqbal.

Ia mengapresiasi langkah JASA Aceh Besar yang menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral generasi muda Aceh.

Baca Juga |  Hercules TNI AU Mendarat di Aceh, Percepat Perbaikan Tower SUTT

“Perdamaian Aceh harus dijaga bersama. Pemuda, terutama JASA, punya tanggung jawab mengawal implementasi butir-butir kesepakatan damai agar tidak dirugikan pihak manapun,” tambahnya.

Diskusi berjalan dinamis dan interaktif. Peserta yang mayoritas anak muda aktif menyampaikan pandangan, ide, dan pertanyaan seputar isu perdamaian, politik lokal, serta peran pemuda dalam pembangunan Aceh.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa generasi muda Aceh masih memiliki gairah, kepedulian, dan komitmen tinggi untuk menjaga perdamaian yang telah diperjuangkan selama dua dekade.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Ribuan Warga Meriahkan HUT ke-43 Semen Andalas di Lhoknga

Aceh Besar

Lapas Banda Aceh Gandeng Dinkes Aceh Besar Perkuat Layanan Kesehatan WBP

Aceh Tamiang

Bhayangkari Resmikan 82 Sumur Bor di Aceh
Forum evaluasi program CSR Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Perkuat CSR Lewat Aspirasi Warga
Pelantikan pejabat PJT Pratama Aceh Besar

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Lantik 8 Pejabat JPT Pratama
Olah TKP

Banda Aceh

Pria Asal Pidie Ditemukan Meninggal di Masjid Peunayong
Dikmata Infanteri Gelombang II

Aceh Besar

633 Prajurit Tamtama Resmi Dilantik di Rindam IM
Latihan menembak PJU Polda aceh

Aceh Besar

PJU Polda Aceh Latihan Menembak di Puslat Brimob