Gayo Lues – Suasana Pendopo Bupati Gayo Lues dipenuhi tawa dan antusiasme anak-anak saat pendongeng nasional Kak Bimo hadir dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Senin (28/7/2026).
Mengusung tema “Dongeng Menginspirasi Anak Berprestasi”, kegiatan yang diinisiasi Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) dan Yayasan Nurhayati Salahi tersebut menjadi ruang edukasi yang dikemas menyenangkan bagi ratusan anak usia dini hingga sekolah dasar.
Kegiatan dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Gayo Lues yang diwakili Istri Wakil Bupati Gayo Lues, Nurhayati selaku pemilik yayasan Nurhayati Salahi Sekretaris Daerah, Sekretaris Dinas Pendidikan, para guru PAUD, TK dan SD, serta tamu undangan lainnya. Hampir 800 anak dari berbagai sekolah ikut memadati lokasi kegiatan.
Dengan gaya komunikatif, ekspresif, dan penuh humor, Kak Bimo mengajak anak-anak memahami nilai kehidupan melalui cerita yang dekat dengan keseharian. Pesan yang disampaikan antara lain pentingnya menghormati orang tua dan guru, membangun karakter positif, serta membiasakan diri menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Kisah yang baik bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai positif kepada anak sejak usia dini,” pesan Kak Bimo.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada sesi mendongeng. Pada siang hari, Kak Bimo juga memberikan pelatihan khusus kepada guru PAUD dan TK mengenai teknik bercerita yang efektif untuk mendukung proses pembelajaran di kelas.
Direktur PAUD Intan Payong yang juga Wakil Direktur Yabani, Dhulhadi, mengatakan kegiatan di Gayo Lues memiliki keunikan dibandingkan rangkaian roadshow sebelumnya. Selain memberikan hiburan edukatif bagi anak-anak, kegiatan tersebut sekaligus meningkatkan kapasitas pendidik melalui pelatihan mendongeng.
Menurutnya, kemampuan bercerita dapat menjadi metode pembelajaran efektif untuk menumbuhkan minat belajar, meningkatkan imajinasi, dan memperkuat pendidikan karakter anak usia dini.
Dalam pelatihan tersebut, Kak Bimo menjelaskan bahwa keberhasilan mendongeng tidak hanya bergantung pada materi cerita, tetapi juga teknik penyampaiannya. Guru diajak menyesuaikan posisi tubuh dengan anak, menjaga kontak mata, menggunakan variasi intonasi suara, serta menampilkan ekspresi wajah yang hidup agar cerita lebih menarik.
Ia juga mengingatkan para guru bahwa kemampuan mendongeng akan berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan latihan. Karena itu, guru tidak perlu takut mencoba menjadikan cerita sebagai bagian dari pembelajaran sehari-hari.
“Kuncinya adalah ketulusan. Jika guru bercerita dengan niat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, anak-anak akan lebih mudah memahami pesan yang disampaikan dan tidak cepat merasa bosan,” ujar Kak Bimo.
Melalui kegiatan tersebut, HAN 2026 di Gayo Lues tidak sekadar menjadi momentum hiburan anak, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pendidik, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak.
Dongeng kembali menunjukkan perannya sebagai media pembelajaran yang mampu menggabungkan hiburan, imajinasi, dan pendidikan karakter untuk mendorong lahirnya generasi Gayo Lues yang kreatif, berkarakter, dan berprestasi.









