Banda Aceh – Suasana penuh keceriaan dan nuansa Islami mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di PAUD Intan Payong, Banda Aceh, Kamis, 27 Agustus 2026.
Melalui kegiatan Khanduri Maulid, para peserta didik tidak hanya diajak memuliakan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga diperkenalkan sejak dini dengan tradisi dan nilai budaya masyarakat Aceh yang sarat semangat kebersamaan.
Peringatan Maulid tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna. Anak-anak datang dengan membawa beragam menu dari rumah masing-masing untuk kemudian dinikmati bersama di sekolah. Tradisi makan bersama itu menjadi bagian dari pembelajaran tentang pentingnya berbagi, kebersamaan, dan mempererat persaudaraan.
Keceriaan semakin terasa ketika anak-anak menampilkan berbagai kegiatan bernuansa Islami. Mereka melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW, menyanyikan lagu-lagu Islami, serta membacakan ayat-ayat pendek Al-Qur’an.

Bagi anak-anak usia dini, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan untuk mengenal sosok Rasulullah SAW dan menanamkan kecintaan kepada Nabi sejak usia dini.
Direktur PAUD Intan Payong, Dhulhadi, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum pendidikan karakter bagi para peserta didik.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat mengenal dan meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti jujur, amanah, penyayang, serta memiliki semangat untuk saling berbagi,” ujar Dhulhadi.
Ia menambahkan, pengenalan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sejak usia dini sangat penting sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan. Melalui kegiatan yang dikemas secara sederhana dan sesuai dengan dunia anak, nilai-nilai keislaman diharapkan lebih mudah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pelaksanaan Khanduri Maulid juga menjadi upaya mengenalkan kekayaan tradisi Aceh kepada generasi muda. Tradisi tersebut mengajarkan bahwa peringatan hari besar Islam bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial.
Di tengah kebersamaan anak-anak yang menikmati hidangan dan melantunkan selawat, peringatan Maulid di PAUD Intan Payong menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana cinta kepada Rasulullah SAW dapat ditanamkan melalui pendidikan, keteladanan, dan kebiasaan berbagi.
Dengan semangat “Peumulia Jamee, Peumulia Agama” dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, PAUD Intan Payong berharap nilai-nilai luhur yang ditanamkan dalam peringatan Maulid dapat tumbuh bersama karakter anak-anak, sehingga kelak mereka menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta mencintai sesama.
Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan kembali akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal sederhana, seperti belajar berbagi, saling menyayangi, dan berbuat baik kepada sesama.









