Home / Nagan Raya / Pendidikan

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:51 WIB

Ketika Relawan Hadir: Kisah Anak-Anak Di Babah Suak, Langsung Masuk SD Tanpa TK

Ketua Posko Yabani, Dhulhadi bersama warga Babah Suak, Mak Leha & guru TK di Posko Pengungsian Bencana. (Foto:Dok/Ist)

Ketua Posko Yabani, Dhulhadi bersama warga Babah Suak, Mak Leha & guru TK di Posko Pengungsian Bencana. (Foto:Dok/Ist)

Nagan Raya — Di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda Nagan Raya akhir November 2025, suara warga Gampong Babah Suak kembali terdengar.

Salah seorang korban bencana, Mak Leha, mengungkapkan rasa kecewa karena daerahnya jarang dikunjungi relawan maupun pejabat, meskipun dampak bencana termasuk parah.

‎“Orang bisa berpikir kami tidak terlalu terdampak, padahal kami kehilangan dua kampung dan masih tinggal di tenda pengungsian,” ujar Mak Leha.

Banjir bandang yang terjadi pada 26–27 November 2025 telah merendam puluhan desa di Kabupaten Nagan Raya dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1,8 meter, termasuk Gampong Babah Suak, Blang Meurandeh, dan Kuta Teungoh yang tercatat sebagai wilayah terdampak paling berat.

Menurut data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ribuan jiwa masih hidup di tenda pengungsian, karena rumah mereka hancur atau rusak berat.

Baca Juga |  Polri Hadir di Sekolah, Dorong Pelajar Jadi Generasi Anti Narkoba

Masih di tengah realitas tersebut, keberadaan pendidikan anak usia dini menjadi permasalahan lain yang mengemuka.

“Di gampong kami tidak ada sekolah setingkat TK atau PAUD,” kata Mak Leha kepada tim Road Show Yabani Berkisah yang hadir di lokasi, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia mencatat hampir setiap rumah memiliki anak usia 3–5 tahun, namun mereka tak mendapatkan pendidikan dasar yang semestinya karena ketiadaan fasilitas. Akibatnya, anak-anak dipaksa langsung masuk Sekolah Dasar (SD) tanpa pengalaman belajar taman kanak-kanak. Menurut warga, ini membuat hak dasar pendidikan anak menjadi terabaikan.

Kondisi tersebut diperparah karena minimnya tenaga pengajar di wilayah itu. Ada satu guru SD dan satu guru TK, namun karena tidak ada sekolah TK, guru TK dialihkan mengajar di SD. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa anak-anak kehilangan fondasi pembelajaran awal yang penting untuk perkembangan sosial dan akademis.

Baca Juga |  Sabang Night Run 2025 Sukses Digelar, Wali Kota Lepas 350 Peserta

Permintaan pembangunan PAUD/TK di Gampong Babah Suak telah disampaikan warga kepada perangkat gampong, termasuk Geucik, namun belum mendapat respons serius.

‎Isu pendidikan ini juga disampaikan langsung kepada Ketua Posko YABANI, Dhulhadi, yang akrab disapa Ayah Hadi. Ia menyatakan bahwa aspirasi warga akan disampaikan kepada pihak berkompeten, termasuk dinas pendidikan dan pemerintahan daerah.

“Kami berharap ada pihak yang mau membantu pendirian lembaga PAUD di sini,” ujar Ayah Hadi saat kegiatan berlangsung.

Kondisi geografis yang sulit juga menjadi salah satu alasan mengapa Babah Suak relatif jarang dikunjungi relawan dan bantuan. Jalan yang terjal dan akses yang terputus akibat bencana membuat perjalanan logistik dan mobilisasi tenaga sukarelawan lebih rumit dibanding daerah lain yang lebih mudah dijangkau.

Baca Juga |  Menkeu Purbaya Dorong Bea Cukai Hadir dalam Pemulihan Aceh

Di beberapa bagian Beutong Ateuh Banggalang, jembatan putus dan infrastruktur rusak berat, sehingga akses menuju desa terpencil seperti Babah Suak sempat tertutup.

Selain itu, sejumlah warga menuturkan bahwa bantuan masih sangat kurang meskipun beberapa hunian sementara (Huntara) kini sedang dibangun sebagai tempat tinggal transisi bagi korban bencana. Sementara itu, warga yang belum mendapatkan Huntara membangun tempat tinggal sendiri, tanpa dukungan pemerintah.

Permasalahan pendidikan ini memunculkan pertanyaan penting: Bagaimana upaya pemulihan bencana bisa efektif jika anak-anak kehilangan akses pendidikan dasar sejak dini?

Para pendidik dan relawan menilai bahwa pendidikan PAUD/TK adalah bagian dari kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, termasuk dalam situasi darurat pascabanjir.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Penyerahan bantuan beasiswa Semen Andalas

Aceh Besar

300 Pelajar Aceh Besar Terima Beasiswa Semen Andalas 2026
Roadshow ka Bimo berkisah di Medan.

Pendidikan

Kak Bimo Tutup Road Show di Medan, Tanamkan Nilai Akhlak Lewat Dongeng Ceria
Hari anak Nasional di kutacane

Aceh Tenggara

Hari ke-10 Road Show, Kak Bimo Berkisah di Kutacane
Hari Anak Nasional 2026 Gayo Lues

Gayo Lues

Kak Bimo Meriahkan HAN 2026 di Gayo Lues, Hampir 800 Anak Antusias Ikuti Dongeng Inspiratif
Hari anak Nasional 2026 di bener meriah bersama kak bimo

Bener Meriah

Kak Bimo Hibur dan Edukasi Anak PAUD di Bener Meriah
Road show kak Bimo berkisah di bireun

Bireuen

Road Show Kak Bimo Berkisah Ajak Orang Tua Wujudkan Generasi Berkarakter di Bireuen
Road Show kak Bimo berkisah

Banda Aceh

Hari Anak Nasional, Kak Bimo Hadirkan Keceriaan di Panti Aneuk Nanggroe 
Folun go to school

Banda Aceh

FOLU Goes to School Bekali Guru SD Kelola Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular