Home / Ekonomi Bisnis

Senin, 6 April 2026 - 18:20 WIB

OJK Ungkap Kondisi Terkini Ekonomi dan Pasar Keuangan Indonesia

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto:Dok).

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto:Dok).

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) nasional tetap terjaga meski dihadapkan pada meningkatnya ketidakpastian global. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK Maret 2026.

Ketidakpastian global dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga energi dan volatilitas pasar keuangan dunia. Bahkan, gangguan distribusi energi global akibat penutupan jalur strategis turut mempersempit ruang kebijakan moneter global.

Di tengah tekanan tersebut, kondisi ekonomi domestik Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Inflasi inti tercatat menurun, sementara konsumsi masyarakat tetap kuat. Penjualan ritel diperkirakan tumbuh 6,89 persen secara tahunan (yoy), didukung kinerja penjualan kendaraan bermotor yang solid.

Baca Juga |  BPR dan BPRS Catat Kinerja Positif, OJK Fokuskan Penguatan hingga 2027

Di sektor pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 7.048,22 pada Maret 2026, terkoreksi seiring meningkatnya ketidakpastian global. Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp23,34 triliun. Meski demikian, jumlah investor domestik terus meningkat signifikan, mencapai 24,74 juta investor secara year-to-date (ytd).

Baca Juga |  Ekspor AS Dongkrak Penjualan Solusi Bangun Indonesia, Tumbuh 6,9 Persen

Sementara itu, sektor perbankan menunjukkan kinerja intermediasi yang tetap positif. Kredit tumbuh 9,37 persen yoy menjadi Rp8.559 triliun, dengan kualitas kredit tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level aman, yakni 2,17 persen (gross). Likuiditas perbankan juga dinilai memadai dengan rasio yang jauh di atas ambang batas.

Di sektor industri keuangan non-bank, kinerja asuransi, dana pensiun, dan pembiayaan juga tetap stabil dengan pertumbuhan aset yang positif. OJK mencatat industri asuransi tumbuh 6,80 persen yoy, sementara dana pensiun meningkat 12,52 persen yoy.

Baca Juga |  Bank Aceh Kembali Jadi Penyalur BSPS 2026 di Aceh

OJK menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di sektor jasa keuangan, termasuk pemberian sanksi administratif terhadap pelanggaran di pasar modal dan sektor lainnya. Upaya ini dilakukan untuk menjaga integritas sistem keuangan nasional.

Ke depan, OJK memandang stabilitas sektor keuangan tetap terjaga, didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang solid serta kebijakan yang adaptif di tengah dinamika global.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Marnia Kenalkan Kosmetik Lokal di Wisuda UUI

Ekonomi Bisnis

RUPSLB Solusi Bangun Indonesia Perkuat Manajemen dan Pasar Ekspor
Forum evaluasi program CSR Solusi Bangun Andalas

Aceh Besar

Solusi Bangun Andalas Perkuat CSR Lewat Aspirasi Warga
Digitalisasi Internet Banking Corporate (IBC) Bank Aceh di Bireun

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Digitalisasi Keuangan Sekolah di Bireuen
Sinergitas antar lembaga da instansi

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Sinergi dengan Polda Aceh
Perlindungan data nasabah BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Raih Sertifikasi ISO 27701 untuk Lindungi Data Nasabah

Ekonomi Bisnis

Marnia Connect for Charity Digelar di Medan, Usung Bisnis Berbasis Kemanusiaan
Layanan bank bsi

Ekonomi Bisnis

BSI Siapkan Tabungan Bebas Admin untuk Masyarakat