Home / Ekonomi Bisnis

Selasa, 1 September 2026 - 15:09 WIB

Ekspor AS Dongkrak Penjualan Solusi Bangun Indonesia, Tumbuh 6,9 Persen

Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) berhasil mempertahankan kinerja positif pada semester I 2026 di tengah tekanan industri semen nasional. Perseroan mencatat volume penjualan mencapai 6,10 juta ton, tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut dicapai ketika industri semen masih menghadapi persoalan kelebihan kapasitas (overcapacity), persaingan harga, serta tingginya biaya energi dan logistik.

Di tengah kondisi tersebut, SBI membukukan pendapatan sebesar Rp5,5 triliun, meningkat 10,63 persen secara tahunan. Laba kotor juga tumbuh 15,9 persen menjadi Rp1,20 triliun.

Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp806 miliar. Perseroan menutup semester I 2026 dengan laba periode berjalan Rp278 miliar, atau meningkat 4,31 persen dibandingkan semester I 2025.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan penguatan daya saing dan optimalisasi kapasitas menjadi fokus utama perseroan dalam menghadapi dinamika industri.

Baca Juga |  Kinerja 2025 Kuat, BSI Tingkatkan Dividen Jadi Rp32,81 per Saham

Menurutnya, strategi tersebut dijalankan melalui efisiensi operasional, pengelolaan keuangan secara disiplin, serta memperluas basis pasar, baik domestik maupun ekspor.

“Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan bahwa Solusi Bangun Indonesia mampu mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis melalui transformasi fundamental, khususnya pada penjualan retail,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, pasar ekspor juga menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas basis pelanggan, mengurangi ketergantungan terhadap satu pasar, sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi.

Memasuki semester II 2026, SBI melihat peluang pertumbuhan masih terbuka seiring berlanjutnya realisasi proyek pembangunan dan belanja pemerintah.

Perseroan berencana memperkuat penetrasi pasar domestik sembari melanjutkan ekspansi ekspor sebagai upaya memperluas jangkauan pasar dan mengoptimalkan kapasitas produksi.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Jawa Barat, menyusul pertumbuhan permintaan semen yang mencapai 7,5 persen secara tahunan.

Bersama SIG selaku induk usaha, SBI mengambil langkah menghidupkan kembali Semen Kujang, merek yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pelopor industri semen di Jawa Barat.

Baca Juga |  Solusi Bangun Indonesia Manfaatkan 1,98 Juta Ton Limbah untuk Produksi Semen

Reaktivasi merek tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar Jawa Barat dengan menggabungkan kekuatan merek lokal, pemahaman terhadap karakter pasar, serta kapabilitas produksi dan distribusi perseroan.

Selain pasar domestik, ekspor menjadi strategi penting SBI untuk mendiversifikasi sumber permintaan di tengah kondisi kelebihan pasokan semen nasional.

Melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation, SBI mulai mengoptimalkan peluang pasar Amerika Serikat.

Hingga Juni 2026, perseroan telah merealisasikan ekspor sebanyak 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke Amerika Serikat.

SBI menargetkan volume ekspor ke pasar Amerika Serikat mencapai 450 ribu MT hingga akhir 2026.

Rizki mengatakan reaktivasi Semen Kujang dan pengembangan pasar ekspor merupakan bagian dari upaya perusahaan memaksimalkan aset dan kekuatan bisnis yang telah dimiliki untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Baca Juga |  Solusi Bangun Indonesia Perkuat Bisnis Lewat Jalur Ekspor

“Reaktivasi Semen Kujang merupakan bagian dari cara kami mengoptimalkan kekuatan yang telah dimiliki untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru,” katanya.

Sebagai informasi, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk merupakan perusahaan terbuka yang 83,52 persen sahamnya dimiliki dan dikelola PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Perseroan menjalankan bisnis terintegrasi yang mencakup semen dengan merek DYNAMIX, Semen Kujang dan Semen Andalas, beton siap pakai, agregat, serta layanan pengelolaan limbah ramah lingkungan.

SBI mengoperasikan empat pabrik semen terintegrasi di Narogong, Jawa Barat; Cilacap, Jawa Tengah; Tuban, Jawa Timur; dan Lhoknga, Aceh, melalui anak usaha PT Solusi Bangun Andalas. Total kapasitas produksi semen perseroan mencapai 14,86 juta ton per tahun.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Bank Aceh Salurkan Zakat Rp11,94 Miliar
Serambi Awards 2026

Banda Aceh

BSI Aceh Raih Serambi Awards 2026

Bireuen

OJK Aceh Serahkan 1.150 Rekening Pelajar di Bireuen
MoU bank Aceh dan taspen.

Banda Aceh

Bank Aceh-TASPEN Perkuat Sinergi Dana Pensiun

Banda Aceh

OJK Aceh dan PNM Perkuat UMKM Perempuan Lewat Pembiayaan

Aceh Tamiang

BSI Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Aceh Tamiang
Green Zakat BSI

Ekonomi Bisnis

BSI Raih Anugerah ESG Lewat Program Green Zakat
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari

Aceh Besar

Pasokan Semen Aceh Jadi Perhatian, SIG Evaluasi Distribusi Harian