Banda Aceh — PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), Subholding Pelindo yang menangani layanan pemanduan dan penundaan kapal, bergerak cepat memastikan Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar tetap beroperasi optimal pasca bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Rabu, 3 Desember 2025.
Meskipun distribusi logistik darurat lebih dipusatkan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Pelabuhan Malahayati tetap memegang peran vital sebagai jalur utama masuknya pasokan BBM dan komoditas rutin. Keberlangsungan operasional pelabuhan menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas suplai energi dan kebutuhan dasar masyarakat dalam masa pemulihan.
Branch Manager Pelabuhan Malahayati, Capt. Agust Deritanto, didampingi DMU SPJM Unit Malahayati, Capt. Hasangapan H, menegaskan bahwa Pelindo melalui SPJM dan SPMT siap beroperasi penuh selama 24 jam demi memastikan layanan pemanduan dan penundaan kapal berjalan tanpa hambatan.
“Saat ini beberapa akses jalur darat masih terputus akibat kerusakan jembatan, sehingga pengiriman logistik terganggu. Pelabuhan menjadi alternatif paling efektif untuk memastikan kebutuhan masyarakat Aceh tetap terpenuhi,” ujar Capt. Agust.
Ia menambahkan bahwa Pelabuhan Malahayati menjadi solusi distribusi logistik yang efisien dengan biaya pengiriman yang lebih hemat dibanding jalur darat.
“Kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari percepatan pemulihan Aceh. Kelancaran distribusi logistik melalui laut adalah kunci agar daerah ini bisa bangkit lebih cepat dari dampak bencana,” tegasnya.








