Home / Banda Aceh / Investigasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Dua Personel TNI Cegah Bentrokan Meluas dengan Pendekatan Humanis

Dua prajurit TNI dari Kodim 0101/Kota Banda Aceh gunakan pendekatan humanis dan bahasa Aceh untuk meredam massa serta mencegah bentrokan meluas saat aksi Damai Aceh. (Foto:Dok/LamanNews)

Dua prajurit TNI dari Kodim 0101/Kota Banda Aceh gunakan pendekatan humanis dan bahasa Aceh untuk meredam massa serta mencegah bentrokan meluas saat aksi Damai Aceh. (Foto:Dok/LamanNews)

Banda Aceh – Di tengah situasi tegang dalam aksi “Peringatan 21 tahun Damai Aceh” di sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), dua personel TNI terlihat memilih pendekatan komunikasi humanis untuk meredam ketegangan antara massa dan aparat keamanan.

Dalam dokumentasi yang diperoleh LamanNews, dua personel TNI dari Kodim 0101/Kota Banda Aceh terlihat berada di tengah kerumunan massa dan berkomunikasi langsung dengan para demonstran.

Salah satu personel terlihat aktif berbicara dengan massa menggunakan bahasa Aceh. Dengan nada yang tenang, ia berkali-kali meminta massa agar tidak terpancing emosi dan mundur ke belakang untuk menghindari bentrokan dengan aparat.

“Mundur dulu ke belakang,” menjadi salah satu pesan yang berulang disampaikan personel tersebut kepada massa.

Baca Juga |  Putra Aceh Yasir Habib Putra Dilantik Jadi Lurah di Jakarta Timur

Komunikasi berlangsung ketika situasi di lapangan berada dalam kondisi tegang. Massa masih berkumpul berhadapan dengan aparat keamanan, sementara emosi sebagian peserta aksi terlihat meningkat.

Dalam percakapan tersebut, sejumlah massa meminta agar rekan mereka yang disebut telah diamankan dilepaskan. Massa juga meminta Kapolda Aceh ikut hadir dalam proses negosiasi.

Personel TNI tersebut kemudian mencoba mengarahkan komunikasi ke jalur negosiasi. Ia meminta massa menentukan siapa yang menjadi perwakilan untuk berbicara dan meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan melalui komunikasi.

Pendekatan tersebut perlahan membuat situasi lebih terkendali. Massa yang sebelumnya bergerak mendekati barisan aparat terlihat mulai menahan diri dan tidak lagi merengsek ke depan.

Baca Juga |  Aparat Gabungan TNI–Polri Razia Bendera GAM di Perbatasan Aceh Utara–Bireuen

Penggunaan bahasa Aceh dalam komunikasi juga menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian. Dalam situasi penuh ketegangan, penggunaan bahasa lokal membuat komunikasi antara aparat dan massa terasa lebih dekat serta tidak terlalu formal.

LamanNews tidak bermaksud menilai tindakan seluruh pihak dalam kericuhan tersebut hanya berdasarkan dokumentasi ini. Namun, momen dialog tersebut menunjukkan bahwa dalam situasi yang berpotensi berkembang menjadi bentrokan, pendekatan komunikasi dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah eskalasi.

Peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengendalian massa tidak selalu harus berujung pada tindakan represif. Dalam kondisi tertentu, pendekatan persuasif, komunikasi langsung dan penghormatan terhadap posisi massa dapat membuka ruang untuk menurunkan ketegangan.

Baca Juga |  Mj Thabari Mahasiswa UIN Ar-Raniry Ikuti Student Exchange di Brunei

Terlebih, aksi berlangsung di kawasan Masjid Raya Baiturrahman yang memiliki nilai historis, religius dan simbolik sangat kuat bagi masyarakat Aceh.

Di tengah perdebatan mengenai tindakan aparat dan eskalasi kericuhan Hari Damai Aceh, dokumentasi ini memberikan perspektif lain, bahwa di lapangan terdapat pula personel yang mencoba menyelesaikan ketegangan melalui dialog.

Bagi masyarakat, pesan yang paling sederhana dari peristiwa tersebut mungkin justru yang paling penting, ketika emosi sedang tinggi, satu kalimat yang disampaikan dengan cara yang tepat terkadang mampu mencegah bentrokan menjadi lebih besar.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Pratu Riski Febrian Juara 3 Fotografi Nasional HUT TNI
Talkshow Marnia the modern women

Banda Aceh

Talk Show Marnia Dorong Perempuan Aceh Jadi Cantik, Cerdas dan Berkarakter
BSI OTO

Banda Aceh

BSI Perkuat Pembiayaan Kendaraan Listrik
Pameran Lexa Expo 2026

Banda Aceh

Lexa Expo 2026 Resmi Digelar di Banda Aceh Selama Enam Hari
Surat pemanggilan terhadap yulindawati

Banda Aceh

Yulindawati Dipanggil Polda Aceh Terkait Unggahan Facebook
Ziarah nasional HUT TNI-81

Banda Aceh

Pangdam IM Pimpin Ziarah HUT ke-81 TNI
Maulid Nabi di Polda Aceh

Banda Aceh

Maulid Nabi di Polda Aceh, Personel Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
Pencurian meteran air di Gampong Beurawe

Banda Aceh

Curi Meteran Air, Dua Pria Ditangkap Jatanras Banda Aceh