Home / Aceh Utara / Hukum & Kriminal

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:09 WIB

Aparat Gabungan TNI–Polri Razia Bendera GAM di Perbatasan Aceh Utara–Bireuen

Aparat gabungan TNI–Polri mengamankan Bendera Bulan Bintang jalur lintas Banda Aceh-Medan.(Foto:Arsip Kodam IM)

Aparat gabungan TNI–Polri mengamankan Bendera Bulan Bintang jalur lintas Banda Aceh-Medan.(Foto:Arsip Kodam IM)

Aceh Utara – Aparat gabungan TNI dan Polri menggelar kegiatan pengamanan terpadu di tengah situasi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan di jalur-jalur utama antarwilayah.

Kegiatan pengamanan berlangsung mulai Kamis (25/12/2025) pukul 15.10 WIB hingga Jumat (26/12/2025) pukul 02.10 WIB, berlokasi di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan, tepatnya di Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.

Operasi ini melibatkan sekitar 214 personel gabungan TNI–Polri, dipimpin oleh Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, bersama Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan.

Baca Juga |  Wagub Aceh Bahas Keberlanjutan Dana Otsus Bersama Forbes DPR/DPD RI

Sejak sore hari, personel gabungan telah melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di perbatasan wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen.

Aparat juga melakukan pemeriksaan kendaraan secara persuasif terhadap rombongan konvoi yang melintas, guna memastikan tidak terdapat atribut maupun barang bawaan yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

Pada malam hari, saat pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan rombongan dari Kabupaten Pidie, sempat terjadi kesalahpahaman akibat adanya provokasi dari sebagian massa.

Situasi tersebut memicu gesekan antara petugas dan massa. Namun, aparat gabungan segera melakukan langkah pengendalian dan pendekatan persuasif sehingga kondisi dapat kembali terkendali dan kondusif.

Sebagai upaya penyelesaian, mediasi dilakukan pada Jumat dini hari antara koordinator rombongan konvoi Azillul Nazima Tiro dengan pimpinan aparat gabungan. Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan damai, di mana kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Baca Juga |  Bea Cukai dan APH Musnahkan Ladang Ganja 2 Hektare di Aceh Utara

Koordinator rombongan menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi, serta menyatakan tidak akan mengajukan tuntutan di kemudian hari.

Beberapa warga yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat. Dalam kegiatan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa atribut, spanduk, serta beberapa senjata tajam yang kemudian diamankan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Aparat gabungan menegaskan bahwa kegiatan pengamanan ini bersifat preventif, bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di jalur lintas utama antar kabupaten.

Baca Juga |  Bea Cukai Aceh Perkuat Integritas di Sabang

Usai mediasi, rombongan konvoi tidak melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Aceh Tamiang dan memilih beristirahat di wilayah Aceh Utara. Bantuan sosial yang dibawa rombongan direncanakan akan disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir di sekitar wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, kegiatan pengamanan dan penertiban berjalan aman dan kondusif. TNI dan Polri mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan, mengedepankan komunikasi, serta memperkuat kerja sama demi terpeliharanya stabilitas keamanan di Aceh, khususnya di tengah situasi bencana alam.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Konferensi pers Polda aceh

Banda Aceh

Pemasok Cartridge Etomidate di Bireuen Jadi DPO, Polisi Buru RK
Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Plt
Masyarakat Mukim Nurul A'la di PTPN I Karang Inong KSO.

Aceh Timur

Masyarakat Mukim Nurul A’la Minta Pemerintah Audit HGU PTPN I Karang Inong KSO
Keterangan pers Polda Aceh

Bireuen

Operasi Penangkapan Bandar Narkoba di Bireuen Berujung Duka
Penangkapan residivis pencuri rumah

Banda Aceh

Residivis Bobol Rumah, Tim Rimueng Koetaradja Ringkus Pelaku
Penyeludupan emas batangan

Banda Aceh

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Emas Rp7,2 Miliar di Bandara SIM Aceh
Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

Aceh Besar

Operasi Gabungan Sasar Dugaan Tambang Emas Ilegal di Aceh Besar
Patroli laut Bea Cukai gagalkan penyelundupan narkoba

Hukum & Kriminal

Sinergi Bea Cukai-Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu di Lhokseumawe