Bandar Seri Begawan — Program pertukaran mahasiswa kembali menjadi instrumen strategis dalam memperkuat jejaring akademik perguruan tinggi Islam di Asia Tenggara. Salah satu peserta dalam program ini adalah Mj Thabari, mahasiswa asal Pidie Jaya dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara UIN Ar-Raniry dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik, peningkatan kualitas pendidikan, serta diplomasi pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman di tingkat internasional.
Mj Thabari, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, menyatakan bahwa program ini memberikan pengalaman komprehensif, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pemahaman lintas budaya dan sistem pendidikan di negara lain.
“Program ini bukan sekadar kegiatan belajar di kelas, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi lintas budaya dan memperluas jaringan akademik internasional,” ujarnya.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari perkuliahan, diskusi ilmiah, seminar internasional, hingga kunjungan budaya. Rangkaian ini dirancang untuk memperkuat kompetensi akademik sekaligus meningkatkan sensitivitas lintas budaya.
Pihak fakultas menilai keterlibatan mahasiswa dalam program internasional menjadi langkah penting dalam membentuk akademisi Muslim yang adaptif dan berdaya saing global.
Kerja sama ini juga mencerminkan peran aktif perguruan tinggi Islam dalam membangun diplomasi pendidikan antarnegara. Brunei dinilai sebagai mitra strategis dengan kesamaan visi dalam pengembangan pendidikan Islam yang moderat dan berorientasi global.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan berkembang ke arah riset bersama dan penguatan jejaring akademik antara dosen dan mahasiswa kedua institusi.








