Banda Aceh — Polda Aceh melalui Direktorat Reserse Narkoba terus memperkuat komitmen dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Aceh. Langkah nyata dilakukan dengan membentuk 94 Kampung Bebas dari Narkoba (KBDN) di setiap kabupaten/kota. Program ini menjadi basis edukasi, deteksi dini, dan pencegahan di tingkat gampong dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menegaskan hal itu saat Deklarasi dan Komitmen Bersama Penanggulangan Narkoba di Desa Rima Jeuneu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu (15/10/2025).
Ia menyebut, kegiatan ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang telah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
Menurut Marzuki, posisi Aceh yang strategis menjadikannya rawan terhadap peredaran narkoba. Karena itu, Polri, pemerintah daerah, TNI, BNN, dan masyarakat harus bergerak bersama, tak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memperkuat pencegahan, pemberdayaan, dan rehabilitasi.
“Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga menghancurkan moral dan ekonomi keluarga. Maka harus ada komitmen bersama untuk menanggulanginya,” tegas jenderal bintang dua asal Tangse, Pidie, itu.
Salah satu capaian penting Polda Aceh adalah terpilihnya Gampong Rima Jeuneu sebagai KBDN terbaik di Aceh. Desa ini juga menjadi pilot project implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN 2020–2025.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas adalah kunci membangun ketahanan sosial terhadap ancaman narkoba,” ujarnya.
Polda Aceh juga terus mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BNN, TNI–Polri, tokoh agama, masyarakat, dan dunia pendidikan untuk memperkuat pencegahan berbasis lingkungan dan keluarga.
Di sisi lain, aparat tetap menegakkan hukum tanpa kompromi terhadap jaringan narkotika. Setiap kasus besar diusut hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk memutus aliran dana hasil kejahatan dan memberi efek jera bagi pelaku.
“Mari kita satukan langkah agar Aceh bersih dari narkoba. Bersama kita wujudkan Aceh yang aman, sejahtera, dan bermartabat. Aceh Bersih, Aceh Meutuah, Aceh Meusyeuhu!” pungkas Kapolda.








