Banda Aceh — Polresta Banda Aceh menggelar dzikir dan doa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan beberapa daerah di Sumatera. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rastra Sewakottama, Kamis (15/1/2026), dalam suasana khusyuk dan tertib.
Dzikir dan doa dipimpin Pimpinan Majelis Dzikir Arafah, Ustadz H. Zul Arafah, dengan tema “Menjemput Berkah Polri Presisi, Polresta Banda Aceh Meutuah, Muhasabah Awal Tahun Doa untuk Korban Bencana Aceh.”
Kegiatan ini diikuti personel Polri serta jajaran Bhayangkari, termasuk Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki dan Ketua Bhayangkari Cabang Kota Banda Aceh Ny. Suci Andi Kirana.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi spiritual di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap masyarakat terdampak memperoleh kekuatan rohani, dan para petugas tetap diberi keteguhan hati serta keikhlasan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar Andi Kirana.
Menurutnya, dzikir dan doa menjadi wujud syukur, permohonan perlindungan bagi personel, serta ikhtiar menjaga kedamaian daerah.
Ia menambahkan, dampak bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis bagi masyarakat.
Melalui doa bersama, Polresta Banda Aceh berharap tercipta kekuatan rohani bagi korban dan keteguhan hati bagi aparat, sekaligus memperkuat pelayanan Polri yang humanis dan sinergi lintas sektor demi Kamtibmas yang kondusif pada 2026.








