Banda Aceh — Ketua Yayasan Ubudiyah Indonesia, Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes, mengajak para lulusan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) tidak hanya mengejar kesuksesan dunia, tetapi menjadikan kehidupan sebagai jalan untuk memberi manfaat kepada orang lain dan mendapatkan ridha Allah.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Marniati dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XVI Tahun Akademik 2025/2026 dan Anugerah Bintang Ubudiyah 2026 di Auditorium AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu (26/9/2026).
Di hadapan wisudawan, keluarga dan sivitas akademika UUI, Prof. Marniati menceritakan perjalanan hidupnya yang menurutnya tidak berlangsung secara instan.
Ia mengenang masa setelah menyelesaikan pendidikan ketika dirinya mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan.
“Saya pernah selesai kuliah, melanjutkan pendidikan, tetapi ketika mencari pekerjaan, saya tidak diterima di mana-mana,” kenangnya.
Kondisi tersebut, kata dia, tidak membuatnya menyerah. Bersama suaminya, ia mulai membangun perjalanan karier dan usaha, termasuk melewati masa sulit setelah tsunami Aceh.
“Yang saya lakukan adalah terus berikhtiar. Saya percaya, kalau kita terus berikhtiar, Allah pasti akan membuka jalan,” ujarnya.
Prof. Marniati mengatakan pencapaian yang diraihnya tidak terlepas dari kerja keras, kejujuran dan campur tangan Allah. Karena itu, ia meminta para lulusan tidak takut memulai sesuatu dari bawah.
“Jangan pernah merasa bahwa ketika kita tidak diterima bekerja, ketika usaha kita belum berhasil, berarti hidup kita selesai. Tidak. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan jalan lain untuk kita,” pesannya.
Ia juga mengajak wisudawan mengubah cara pandang terhadap makna kesuksesan.
“Pertanyaannya bukan hanya, sudah seberapa sukses kita? Tetapi, sudah seberapa bermanfaat kehadiran kita bagi orang lain?” katanya.
Menurutnya, kebaikan tidak seharusnya dilakukan semata-mata demi penghargaan atau balasan manusia.
“Jangan berharap balasan dari manusia. Berharaplah kepada Allah. Kalau niat kita baik, insyaallah Allah akan membalasnya dengan cara yang terbaik,” tuturnya.
Prof. Marniati kemudian menyampaikan tiga prinsip yang menurutnya penting dalam perjalanan hidup, yakni menjadi manusia yang bermanfaat, mendapatkan kematian dalam keadaan husnul khatimah, dan memperoleh ridha Allah.
“Kalau saya ditanya apa kunci sukses, bagi saya ada tiga. Pertama, bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang banyak. Kedua, bagaimana kita mendapatkan kematian dalam keadaan husnul khatimah. Dan yang ketiga, bagaimana kita mendapatkan ridha Allah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pencapaian materi bukan satu-satunya ukuran kehidupan. Menurutnya, manusia harus mengenal Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
“Dekatlah dengan Allah. Rindukan Allah. Insyaallah, ketika kita dekat dengan Allah, kita akan mendapatkan ketenangan dalam menjalani kehidupan,” pesan Prof. Marniati.
Ia juga meminta alumni UUI tetap menjaga hubungan dengan almamater dan para dosen.
“Teruslah menjadi alumni terbaik UUI. Jangan lupakan kampus, jangan lupakan guru-guru kalian. Tetaplah berhubungan dengan mereka,” pesannya.
Prof. Marniati berharap para alumni mampu menciptakan kesempatan melalui keberanian untuk memulai, belajar dan bekerja keras.
“Jangan pernah berpikir bahwa ada sesuatu yang mustahil di dunia ini. Selama kita mau berusaha, mau belajar, mau bekerja keras dan terus berikhtiar, insyaallah selalu ada jalan yang Allah bukakan,” pungkasnya.









