Bener Meriah — Yayasan Bina Anak Usia Dini (YABANI) kembali melanjutkan penyaluran donasi pada hari keempat, yang dipusatkan di Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (27/12/2025).
Meski kondisi wilayah terdampak bencana masih penuh dengan lumpur, antusiasme anak-anak menyambut kedatangan relawan YABANI terasa begitu kuat.
Kehadiran YABANI tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan ruang aman dan hangat bagi anak-anak untuk kembali tersenyum.
Mereka tampak antusias bercengkrama langsung dengan Ketua YABANI, Fajran Zain, serta Ketua Posko YABANI, Dhulhadi, di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) HIMPAUDI setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian YABANI yang konsisten memberi perhatian khusus pada pemulihan anak pascabencana.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran YABANI yang begitu konsen terhadap anak-anak. Kehadiran relawan dan perhatian langsung kepada anak-anak kami di sini sangat berarti,” ujarnya
Ia juga berharap proses pemulihan pascabencana dapat segera diselesaikan agar aktivitas pendidikan kembali berjalan normal.
“Semoga pemulihan ini cepat selesai sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah dan menjalani masa tumbuh kembangnya dengan baik,” tambahnya.

Di sela waktu rehat relawan, jajaran YABANI juga melakukan pertemuan dengan pemerhati anak nasional, Kak Seto, di salah satu warung kopi di kawasan Bireuen. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna.
Dalam perbincangan tersebut, Fajran Zain menyampaikan bahwa YABANI baru saja menyalurkan bantuan untuk anak-anak terdampak bencana di Aceh Tamiang dan Bener Meriah.
Ia juga mengungkapkan keinginan YABANI untuk menjalin kolaborasi dengan Kak Seto dalam upaya penguatan perlindungan dan pendidikan anak.
“Kami ingin membuka ruang kolaborasi dengan Kak Seto, yang telah lebih dahulu mendedikasikan diri di dunia anak. Sinergi ini penting agar upaya pemulihan anak pascabencana bisa berjalan lebih komprehensif,” ujar Fajran.
Menanggapi hal tersebut, Kak Seto mengapresiasi langkah YABANI yang menjadikan anak sebagai fokus utama dalam penanganan bencana.
Ia menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan yang dijalankan YABANI.
Langkah YABANI ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang memastikan anak-anak tetap mendapatkan perhatian, perlindungan, dan ruang untuk tumbuh secara sehat—baik secara fisik maupun psikososial.








