Pidie Jaya — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh menyalurkan bantuan sosial untuk warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (4/12/2025).
Bantuan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, bersama jajaran pegawai sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Banjir bandang yang menerjang pada 25 November 2025 merendam sedikitnya 19 desa, memaksa ratusan warga mengungsi. Banyak rumah warga tidak dapat dihuni karena tertimbun lumpur setinggi 2 hingga 4 meter, sementara lebih dari 100 Kepala Keluarga masih bertahan di posko pengungsian menunggu bantuan lanjutan.
Penyaluran bantuan dilakukan di dua lokasi terdampak, yaitu Desa Mesjid Tuha dan Desa Meunasah Lhok, berupa paket kebutuhan dasar seperti sembako, perlengkapan harian, serta dukungan logistik lainnya. Bantuan tersebut diterima langsung oleh perangkat desa dan perwakilan pengungsi.
Warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Imigrasi Aceh yang hadir di tengah keterbatasan akses dan terbatasnya suplai logistik sejak bencana terjadi.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial jajaran Imigrasi terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan memberikan kekuatan bagi para korban untuk kembali bangkit,” ujarnya.
Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh juga mengajak berbagai pihak—baik pemerintah, lembaga sosial, maupun relawan—untuk terus memperkuat kolaborasi demi mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak banjir bandang.








