Home / Sosial & Budaya

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:24 WIB

Relawan YABANI Hadirkan Ruang Ceria bagi Anak Pengungsi di Tamiang

Relawan YABANI bersama anak pengungsi banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok)

Relawan YABANI bersama anak pengungsi banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok)

Aceh Tamiang — Di tengah puing bencana banjir dan terjangan gelondongan kayu, secercah harapan hadir dari Posko Kedua YABANI (Yayasan Bina Anak Usia Dini) yang berpusat di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Posko tersebut berlokasi di sebuah pesantren yang sebelumnya terdampak parah akibat timbunan kayu besar pascabanjir, Jumat (26/12/2025).

‎Di lokasi ini, para relawan YABANI bersama Bunda PAUD Intan Payong menghadirkan aktivitas bermain dan edukasi ringan bagi anak-anak pengungsi. Suasana pesantren yang sempat mencekam kini berubah lebih hangat, dipenuhi tawa anak-anak yang mencoba melupakan trauma bencana.

Baca Juga |  BSI Berikan 90 Kunci Huntara Danantara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang
Relawan yabani
Relawan YABANI sedang menyalurkan bantuan untuk anak-anak pengungsi banjir Aceh Tamiang. (Foto: Dok)


‎YABANI secara khusus menyalurkan bantuan yang difokuskan untuk kebutuhan anak-anak, mulai dari perlengkapan dasar hingga goodie bag yang dibagikan kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan dalam permainan interaktif yang dipandu Bunda PAUD Intan Payong. Pendekatan ini dilakukan untuk memulihkan kondisi psikososial anak-anak yang terdampak langsung bencana.

‎Puluhan anak-anak dari sekitar pesantren yang dikenal sebagai salah satu titik terparah terdampak bencana alam terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Meski kehilangan rumah, pakaian sekolah, hingga tempat belajar, mereka masih mampu tersenyum dan bermain—sebuah pemandangan yang mengundang haru sekaligus apresiasi.

‎“Yang paling menyentuh, anak-anak ini masih bisa tertawa dan bermain, padahal mereka kehilangan banyak hal penting dalam hidupnya,” ujar Dhulhadi Ketua Posko Relawan YABANI di lokasi.

‎Sementara itu, Adi, warga Desa Tanjung Karang, mengungkapkan bahwa bencana terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, air mulai naik sekitar waktu magrib dan memaksa warga bergegas menyelamatkan diri.

‎“Air naik cepat sekitar magrib. Malam itu kami lari ke Dusun Bukit. Kayu-kayu besar baru hanyut ke kampung keesokan paginya,” kata Adi.

‎Ia menambahkan, sekitar ratusan rumah di wilayah tersebut terdampak banjir. Meski seluruh warga selamat, kondisi semakin sulit karena air kembali naik hingga ke lokasi pengungsian sehari setelah kejadian.

‎“Alhamdulillah semua selamat, tapi air juga sempat sampai ke tempat kami mengungsi,” ujarnya.

‎Kehadiran relawan dan ruang ramah anak di tengah situasi darurat ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana tidak hanya soal logistik, tetapi juga tentang menjaga harapan dan masa depan anak-anak yang menjadi korban paling rentan.

Baca Juga |  Tim Gabungan Temukan Santri yang Hanyut di Pidie Jaya

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Bantuan kurma Polda aceh

Sosial & Budaya

Kabid Humas Salurkan Kurma Bantuan Kapolda ke Dayah Mini Aceh
Solusi Bangun Andalas

Sosial & Budaya

SBA Santuni 200 Anak Yatim di Lhoknga dan Leupung Saat Ramadan
BSI santuni yatim

Sosial & Budaya

5.000 Anak Yatim Terima Santunan BSI
FKIJK Aceh

Sosial & Budaya

Aksi Sosial FKIJK Aceh: Renovasi Masjid Syuhada
Barisan Perempuan Perjuangan Aceh (BPPA)

Sosial & Budaya

BPPA Gelar Bukber, Perkuat Soliditas PPA
Shalat Tarawih perdana

Sosial & Budaya

Lapas Banda Aceh Gelar Tarawih Perdana Ramadhan 1447 H
paket daging meugang Polda aceh

Sosial & Budaya

Polda Aceh Bagikan Ribuan Paket Daging Meugang ke Personel dan Media
Kegiatan Tarhib Ramadhan BSI Aceh

Sosial & Budaya

Tarhib Ramadhan di Masjid Raya, BSI Aceh Bantu Yatim dan Dhuafa