Pidie Jaya — Road show YABANI Berkisah kembali hadir menyapa anak-anak di wilayah terdampak bencana. Kali ini, kegiatan edukatif berbasis dongeng dan pemulihan psikososial tersebut digelar di Lungbimba, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Senin, 26 Januari 2026.
Kehadiran para relawan disambut antusias oleh puluhan anak yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road Show YABANI Berkisah yang telah memasuki hari keenam pelaksanaan di sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.
Ketua Posko YABANI, Dhulhadi, menyebut semangat anak-anak sebagai energi utama yang mendorong relawan untuk terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain.
Menurutnya, kehadiran relawan bukan sekadar membawa hiburan, tetapi juga dukungan moral bagi anak-anak yang terdampak secara psikologis.
“Kami ingin anak-anak tetap semangat. Kalau adik-adik semangat, kami para relawan juga ikut bersemangat. Enam hari ini kami terus bergerak menyapa anak-anak di wilayah terdampak,” ujar Dhulhadi, yang akrab disapa Ayah Hadi.
Ia mengenang kunjungan sebelumnya ke Lungbimba saat kondisi lingkungan masih dipenuhi lumpur akibat bencana. Kini, situasi berangsur membaik. Sekolah yang sebelumnya terdampak telah dibersihkan dan kembali digunakan sebagai ruang belajar dan aktivitas anak-anak.
“Alhamdulillah, hari ini sekolah sudah bersih dan bisa dipakai lagi. Ini bukti bahwa kita bisa bangkit bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Kak Bimo, pendongeng dari Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) Pusat, kembali menjadi magnet utama bagi anak-anak. Dengan gaya bercerita yang ceria, komunikatif, dan interaktif, Kak Bimo menghadirkan suasana hangat yang membuat anak-anak larut dalam cerita. Tawa dan respon spontan anak-anak mengisi jalannya kegiatan, menciptakan atmosfer positif di tengah situasi pascabencana.
Cerita yang disampaikan tak sekadar menghibur. Kak Bimo menyisipkan pesan-pesan moral tentang rasa syukur, ketabahan, dan keberanian menghadapi kesulitan. Nilai-nilai tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak, sekaligus menjadi sarana membangun kembali kepercayaan diri dan optimisme mereka.
Sepanjang kegiatan, anak-anak tampak aktif berinteraksi, menjawab pertanyaan, dan terlibat langsung dalam alur cerita. Kehadiran YABANI Berkisah diharapkan menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi, mengurangi trauma, serta memulihkan kondisi psikologis mereka secara bertahap.
Secara lebih luas, road show YABANI Berkisah menegaskan peran penting komunitas dan relawan dalam proses pemulihan pascabencana, khususnya bagi anak-anak sebagai kelompok paling rentan.
Program ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya soal infrastruktur dan logistik, tetapi juga tentang memulihkan harapan dan keceriaan.
Melalui cerita, tawa, dan kebersamaan, YABANI Berkisah menghadirkan pesan sederhana namun kuat, dari setiap luka, selalu ada ruang untuk bangkit dan tumbuh lebih kuat.








