Nagan Raya — Road Show YABANI Berkisah resmi ditutup di MTsS Al Qudus, Desa Kede Semod, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Rabu 28 Januari 2026. Kegiatan penutup ini berlangsung khidmat dan penuh makna karena bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Berbeda dari lokasi sebelumnya, pada hari terakhir ini Yayasan Bina Anak Usia Dini (YABANI) bersama Kak Bimo tidak hanya menyapa anak-anak PAUD dan TK, tetapi juga melibatkan siswa SD, MTsS Hingga MAN. Momentum Isra Mikraj dimanfaatkan sebagai ruang refleksi dan penguatan karakter, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana banjir.
Kepala MTsS Al Qudus Dra. Sofyati., M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran YABANI dan Kak Bimo yang dinilai membawa energi positif bagi sekolah dan masyarakat.
“Judul kegiatan ini sudah jelas, peringatan Isra Mikraj. Harapan kita, semua yang hadir hari ini bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik,” jelasnya.
Kami juga mengucapkan selamat datang kepada anak-anak dari SD dan TK, para orang tua, serta seluruh tamu. Jujur, kami tidak menyangka Kak Bimo bisa hadir di sekolah kami. Namun karena road show ini menyasar anak-anak korban banjir, akhirnya kegiatan penuh makna ini dapat terlaksana di sini,” ujarnya.
Dhulhadi, Ketua Posko YABANI, menegaskan bahwa YABANI berkomitmen untuk terus hadir membersamai anak-anak penyintas bencana, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami akan terus membersamai anak-anak penyintas bencana dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan. Pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, YABANI akan menurunkan relawan melalui program YABANI Mengajar, sekaligus merintis pendirian PAUD di sejumlah wilayah yang tergolong rawan bencana,” ujar Dhulhadi.
Dalam sesi berkisah, Kak Bimo tetap konsisten menyampaikan kisah-kisah keteladanan dan kesabaran Nabi Muhammad SAW. Cerita disampaikan dengan pendekatan yang hangat dan membumi, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak lintas jenjang usia.
Hari terakhir Road Show YABANI Berkisah ini meninggalkan kesan mendalam. Keceriaan tampak jelas di wajah anak-anak korban banjir yang mengikuti kegiatan, meskipun sebagian dari mereka masih berada dalam kondisi sulit akibat rumah dan sekolah yang terdampak banjir. Tawa, semangat, dan antusiasme mereka menjadi potret ketangguhan anak-anak di tengah keterbatasan.
Kak Bimo, perwakilan Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) Pusat, mengaku sangat terkesan dengan semangat belajar anak-anak yang ia temui selama road show berlangsung. Ia berharap anak-anak tersebut terus menjaga semangat, tetap belajar, dan tidak menyerah meskipun berada dalam situasi pascabencana.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tetap ceria dan punya semangat besar untuk belajar. Saya berharap suatu hari nanti bisa kembali hadir dan menghibur serta menguatkan anak-anak di daerah bencana lainnya,” tutur Kak Bimo.
Penutupan Road Show YABANI Berkisah di Nagan Raya menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang memulihkan semangat, harapan, dan kebahagiaan anak-anak sebagai generasi masa depan.








