Aceh Utara — Semangat generasi muda dalam melestarikan budaya daerah terus tumbuh, salah satunya ditunjukkan oleh Vathia Najwa, perempuan kelahiran Lhokseumawe, 5 April 2006. Di usianya yang masih muda, Vathia telah menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan diri sekaligus berkontribusi terhadap promosi budaya Aceh, khususnya di Aceh Utara.
Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Vathia tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana bersama ibu dan dua adiknya. Kondisi tersebut tidak menjadi penghalang, justru membentuk karakter tangguh dan mandiri dalam dirinya.
Perjalanan pendidikannya terbilang dinamis. Ia mengawali pendidikan di TK Kartika Jaya Sigli, kemudian melanjutkan ke SDN Godean, Yogyakarta. Pendidikan menengah pertama ditempuh di MTs Yaspi Pakis, Magelang, Jawa Tengah, sebelum akhirnya kembali ke Aceh dan menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Simpang Kramat, Aceh Utara.
Saat ini, Vathia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Almuslim dengan mengambil Program Studi Hubungan Internasional. Pilihan jurusan ini mencerminkan visinya yang luas—tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga membuka peluang untuk membawa budaya lokal ke panggung internasional.
Sejak duduk di bangku sekolah, Vathia dikenal aktif dalam berbagai organisasi. Ia terlibat dalam kegiatan OSIS dan saat SMA aktif di Forum Anak Aceh Utara, menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu kepemudaan dan sosial.
Di tingkat perguruan tinggi, Vathia terus mengasah bakat dan minatnya melalui Sanggar Tari Merah Delima Universitas Almuslim. Hingga kini, ia aktif sebagai bagian dari sanggar tersebut, menjadikan seni tari sebagai medium ekspresi sekaligus sarana pelestarian budaya.
Motivasinya mengikuti ajang Agam Inong Aceh Utara tidak sekadar kompetisi, melainkan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas diri. Ia ingin tampil sebagai representasi generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berperan aktif dalam memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat luas.
“Saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya, sekaligus ikut mempromosikan potensi budaya yang ada di Aceh Utara,” ujar Vathia.
Dengan latar belakang pengalaman organisasi, pendidikan lintas daerah, serta keterlibatan aktif di dunia seni, Vathia Najwa menjadi salah satu sosok muda yang mencerminkan semangat kolaborasi antara tradisi dan modernitas.
Langkahnya menuju ajang Agam Inong Aceh Utara menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendorongnya ke tingkat yang lebih luas.








