Banda Aceh – Polda Aceh menggandeng komunitas lingkungan dan generasi muda dalam mendorong konsep green policing sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup di Aceh.
Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi bersama Green Leadership Indonesia Aceh di kawasan Batoh, Banda Aceh, Kamis (26/3/2026). Pertemuan ini turut melibatkan berbagai komunitas pemuda dan relawan lingkungan, termasuk Civil Netizens.
Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif generasi muda yang aktif dalam kampanye dan edukasi lingkungan. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kerusakan lingkungan yang semakin kompleks.
“Sinergi ini diharapkan melahirkan inovasi, khususnya dalam edukasi lingkungan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, komunitas memaparkan sejumlah program, mulai dari kampanye kesadaran lingkungan hingga penguatan peran pemuda sebagai agen perubahan. Sebagai tindak lanjut, disepakati rencana program pendidikan lingkungan hidup yang akan dilaksanakan secara kolaboratif bersama kepolisian.
Program tersebut akan difasilitasi oleh jajaran Polres dan Polresta di seluruh Aceh dalam bentuk pelatihan singkat (short course) bagi generasi muda.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara.
Selain itu, Kapolda Aceh juga mengusulkan program strategis berupa penanaman mangrove di wilayah pesisir dan bantaran sungai. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas lingkungan, mencegah abrasi, serta memperkuat ketahanan ekosistem.
Polda Aceh menegaskan kesiapan untuk mendukung penuh program tersebut, termasuk memperluas jangkauan edukasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara aparat dan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mendorong upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan di Aceh.








