Banda Aceh — Dinas Kesehatan Aceh bersama UNICEF dan Yayasan Sehai menggelar workshop penguatan program imunisasi melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) tingkat provinsi di Kyriad Muraya Hotel, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi anak di Aceh, khususnya bagi kelompok yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.
Workshop tersebut menghimpun berbagai pemangku kepentingan lintas sektor guna memperkuat koordinasi, mengintegrasikan data lapangan, serta merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kepala Perwakilan UNICEF Aceh, Andi Yoga, menegaskan bahwa tantangan utama saat ini masih adanya anak-anak yang belum tersentuh layanan imunisasi.
“Masih ada anak yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali. Ini yang harus kita kejar bersama,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kasus Polio di Kabupaten Pidie pada 2022 sebagai pengingat pentingnya cakupan imunisasi yang merata.
Sebagai respons, Pemerintah Aceh telah menyetujui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) imunisasi guna mempercepat intervensi di lapangan, terutama di wilayah dengan cakupan rendah.

Program percepatan imunisasi juga akan difokuskan di daerah terpencil, termasuk Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, yang dijadwalkan menjadi lokasi kegiatan pada 29 April 2026.
Direktur Flower Aceh, Riswati, menyebut langkah ini sebagai upaya penting dalam memastikan pemenuhan hak dasar kesehatan anak.
“Cakupan imunisasi di wilayah terpencil masih minim. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Melalui pembentukan Pokja dan penguatan Satgas imunisasi, pemerintah bersama mitra pembangunan menargetkan peningkatan signifikan cakupan imunisasi serta pengurangan kesenjangan layanan kesehatan di Aceh.








