Banda Aceh – Forum Silaturahmi dan Komunikasi Alumni Dayah Jeumala Amal (FOSKADJA) menegaskan arah baru organisasi melalui Musyawarah Besar (Mubes) ke-V yang digelar di Aula Dinas Syariat Islam, Minggu (3/5/2026).
Dalam forum tertinggi alumni tersebut, Khalid, S.Pd.I resmi terpilih sebagai Ketua Umum FOSKADJA periode 2026–2029 secara aklamasi. Keputusan ini diambil setelah dua dari empat kandidat, Jamaluddin dan Mahmudi, mengundurkan diri usai penyampaian visi dan misi, menyisakan konsensus bulat dari peserta Mubes.
Sejak awal, dinamika pemilihan diwarnai empat nama kandidat, yakni Jamaluddin, Mahmudi, Muammar, dan Muhammad Wali Alkhalidi. Namun, mundurnya dua kandidat menjadi titik konsolidasi yang mempercepat lahirnya kepemimpinan baru tanpa voting terbuka menandai kuatnya semangat kebersamaan di tubuh alumni.
Dalam arahannya, Abi Daud Hasbi menegaskan bahwa kepemimpinan FOSKADJA ke depan harus bersifat inklusif, adaptif, dan mampu merangkul seluruh elemen alumni lintas generasi.
“FOSKADJA harus menjadi rumah besar yang menyatukan, bukan ruang yang melahirkan sekat. Kepemimpinan ke depan dituntut mampu menjaga kekompakan dan memperkuat silaturahmi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi nyata organisasi, tidak hanya terbatas pada internal alumni, tetapi juga berdampak bagi umat dan pembangunan daerah.
“FOSKADJA harus hadir dengan peran strategis memberi nilai tambah bagi masyarakat dan menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Abi Daud menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum sebelumnya, Marzuki Hasyim, atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin periode 2023–2026.
Sementara itu, Ketua Umum terpilih, Khalid, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan integritas serta memperkuat konsolidasi organisasi ke depan.
“Kepercayaan ini adalah tanggung jawab besar. Kami akan fokus pada penguatan jaringan alumni, peningkatan kontribusi sosial, dan menjaga marwah organisasi,” tegas Khalid.
Mubes V ini menjadi momentum strategis bagi FOSKADJA untuk memperkuat soliditas internal sekaligus memperluas peran eksternal, seiring tuntutan zaman yang semakin dinamis. Konsolidasi alumni Dayah Jeumala Amal diharapkan mampu melahirkan gerakan kolektif yang berdampak luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.








