Banda Aceh — Yayasan Bina Anak Usia Dini (YABANI) Aceh kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap III bagi masyarakat terdampak bencana. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026, dengan fokus utama di wilayah yang belum sempat terjangkau pada penyaluran tahap sebelumnya di Aceh Tamiang.
Ketua Posko YABANI, Dhulhadi, mengatakan bahwa bantuan tahap ketiga ini memang tidak sebesar penyaluran tahap kedua.
Namun demikian, langkah tersebut tetap menjadi bentuk komitmen YABANI dalam memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak secara merata.
“Pada tahap ini kami memberangkatkan satu unit mobil bantuan yang diwakili langsung oleh Ketua YABANI, Fajran Zain. Bantuan yang disalurkan merupakan donasi yang baru saja kami terima dari para donatur,” ujar Dhulhadi.
Ia menambahkan, YABANI Aceh berencana kembali bergerak pada pertengahan Januari 2026 untuk menjangkau sejumlah titik bencana lainnya, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Pijay.
Kegiatan kemanusiaan YABANI kali ini juga akan mendapat dukungan dari Kak Bimo, perwakilan Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) Pusat.

“Kehadiran Kak Bimo di posko-posko pengungsian nantinya tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan kegiatan mendongeng dan berbagi kisah untuk anak-anak pengungsi.
Ini merupakan bagian dari upaya trauma healing agar anak-anak bisa kembali merasa aman dan ceria,” jelas Dhulhadi.
Sementara itu, Ketua YABANI Aceh, Fajran Zain, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan YABANI sebagai penyalur bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas kepercayaan yang diberikan. Insya Allah, YABANI akan terus berupaya memberikan yang terbaik dan menyalurkan setiap amanah bantuan secara maksimal dan bertanggung jawab,” kata Fajran Zain.
Penyaluran bantuan tahap III ini menegaskan komitmen YABANI Aceh untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui bantuan logistik, tetapi juga pendampingan psikososial, khususnya bagi anak-anak di lokasi pengungsian.








