Home / Internasional / News

Senin, 15 Desember 2025 - 01:50 WIB

Bencana Ekologi Aceh Disorot Dunia, GAM Dorong Peran PBB

Pimpinan GAM Johan Makmor menyampaikan pernyataan dari Kopenhagen terkait bencana ekologi dan krisis kemanusiaan di Aceh dan Sumatra. (Foto: Dok/Arsip)

Pimpinan GAM Johan Makmor menyampaikan pernyataan dari Kopenhagen terkait bencana ekologi dan krisis kemanusiaan di Aceh dan Sumatra. (Foto: Dok/Arsip)

Kopenhagen, Denmark — Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang bermarkas di Kopenhagen, Denmark, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana ekologi berupa banjir besar dan tanah longsor yang melanda Aceh serta sejumlah wilayah di Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Bencana tersebut dinilai telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang memerlukan perhatian dan kolaborasi internasional.

Dalam pernyataan video yang dirilis dari Kopenhagen pada 13 Desember 2025, Pimpinan GAM Johan Makmor menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta menyoroti meningkatnya risiko kesehatan di wilayah terdampak.

Ia mengingatkan bahwa kondisi pengungsian yang padat, keterbatasan air bersih, serta sanitasi yang belum memadai berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular apabila tidak ditangani secara komprehensif.

Baca Juga |  YABANI Gelar Roadshow Berkisah untuk Anak Korban Bencana Aceh

Selain dampak kesehatan, Johan menilai rangkaian bencana banjir dan longsor di Aceh dan kawasan Sumatra berkaitan erat dengan degradasi lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang belum berkelanjutan.

Dampak yang terberat, menurutnya, dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh melalui kehilangan tempat tinggal, terganggunya mata pencaharian, serta ancaman krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Dalam konteks tersebut, GAM memandang keterlibatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa (UE), serta organisasi internasional dan non-pemerintah global sebagai bagian penting dari upaya kemanusiaan. GAM juga mencermati adanya laporan mengenai kendala yang dialami komunitas internasional dan NGO global dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Aceh.

Baca Juga |  Tinggalkan Tugas, Personel Brimob Aceh Diduga Masuk Militer Rusia

Johan Makmor menyampaikan bahwa perhatian internasional terhadap kelancaran akses bantuan kemanusiaan dapat membantu memastikan respons bencana berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.

Ia menegaskan bahwa GAM tetap menghormati kewenangan Pemerintah Indonesia dalam mengoordinasikan penanganan bencana di wilayahnya.

Menurut Johan, situasi darurat yang tengah berlangsung membutuhkan pendekatan kolaboratif yang berorientasi pada penyelamatan nyawa manusia, pemulihan sosial-ekonomi, serta rehabilitasi lingkungan.

Kerja sama internasional dinilai dapat memperkuat kapasitas respons, baik dalam fase tanggap darurat maupun pemulihan jangka menengah dan panjang.

Johan menegaskan bahwa GAM tetap berkomitmen menghormati dan menjunjung tinggi Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki sebagai fondasi perdamaian. Meskipun tidak secara spesifik mengatur bantuan kebencanaan. Ia menilai semangat MoU Helsinki menekankan prinsip kepercayaan, keterbukaan, dan kolaborasi konstruktif antara Aceh, Indonesia, dan masyarakat internasional dalam proses pemulihan dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga |  Polda Aceh Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Geumpang

Di akhir pernyataannya, Johan Makmor menekankan pentingnya memandang situasi ini dari sudut pandang kemanusiaan semata, terlepas dari kepentingan politik apa pun.

Ia berharap langkah-langkah pencegahan yang kuat dan berkelanjutan dapat segera diperkuat agar risiko bencana serupa tidak kembali terulang, serta keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di Aceh dan kawasan Sumatra dapat terjaga bagi generasi mendatang.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

News

Mahasiswa Aceh-Malaya: Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera
Penyerahan penghargaan O2SN Kota Banda Aceh

News

Dominasi O2SN 2026, SMATIKA Aceh Sabet Gelar Juara Umum
Aktivitas pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe

Ekonomi Bisnis

DJBC Dorong Hilirisasi di Tengah Tingginya Impor Energi
Fortress perusahaan penyedia pintu baja modern. Apersi aceh

Ekonomi Bisnis

Perkuat Ekosistem Properti, APERSI Aceh Bahas Kerja Sama dengan Fortress
Kapolresta Cup 2026

News

Kapolresta Cup 2026 Resmi Bergulir, 16 Klub Siap Bersaing Junjung Sportivitas
Gempa Magnitudo 6,7

News

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak
Zaini Abdullah wafat

News

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di RSUDZA Banda Aceh
Pelantikan kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani boy

News

Ramdani Boy Resmi Pimpin Ditjenpas Aceh