Medan — Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengunjungi kantor PERMAMPU-PESADA dan Women’s Crisis Centre (WCC) Sinceritas di Medan, Rabu (13/5/2026), guna melihat langsung penguatan perlindungan perempuan, pencegahan kekerasan berbasis gender, serta layanan inklusif bagi kelompok rentan di Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Australia melalui Program INKLUSI, yang menjadi bentuk kerja sama Indonesia dan Australia dalam memperkuat kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial.
Dalam agenda itu, Rod Brazier meninjau fasilitas layanan penanganan kasus di WCC Sinceritas dan berdialog dengan perwakilan PERMAMPU-PESADA, kader One Stop Service and Learning (OSS&L), Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Kepolisian, hingga tim respons bencana PERMAMPU.
Menurut Rod Brazier, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam mendorong perubahan nyata bagi perempuan dan anak di Indonesia.
“Program seperti PERMAMPU menunjukkan bahwa kerja sama lintas sektor dapat mendorong perubahan nyata, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan perempuan dan anak. Kemitraan Indonesia dan Australia dalam program INKLUSI adalah salah satu wujud nyata dari komitmen bersama untuk pembangunan yang lebih adil dan inklusif,” ujar Rod Brazier.
Sebagai divisi dari PESADA, WCC Sinceritas fokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, termasuk pendampingan korban kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, serta berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Lembaga tersebut juga aktif melakukan advokasi implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
Di Sumatera Utara, PERMAMPU melalui PESADA bekerja di enam wilayah, yakni Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kabupaten Nias Selatan. Salah satu program unggulannya ialah layanan OSS&L berbasis Puskesmas yang menyediakan informasi, konseling, hingga rujukan bagi korban kekerasan.
Hingga 2026, PERMAMPU tercatat telah menginisiasi 31 layanan OSS&L di delapan provinsi, termasuk enam layanan di Sumatera Utara.
Koordinator PERMAMPU, Dina Lumbantobing, menegaskan perlindungan perempuan tidak hanya berhenti pada penanganan kasus semata, melainkan juga memperkuat kepemimpinan perempuan dan perubahan sosial di tingkat komunitas.
“Bagi kami, perlindungan perempuan tidak bisa berhenti pada layanan kasus. Yang juga penting adalah membangun kepemimpinan perempuan, memperkuat jejaring komunitas, serta mendorong perubahan kebijakan dan norma sosial agar kekerasan dapat dicegah sejak awal,” kata Dina.
Selain fokus pada penanganan kekerasan berbasis gender dan pencegahan perkawinan anak, PERMAMPU-PESADA juga terlibat dalam respons bencana hidrometeorologi di wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat. Kegiatan tersebut meliputi asesmen kebutuhan berbasis perspektif gender, distribusi bantuan pangan dan dignity kits, layanan konseling, ruang ramah anak, hingga pemeriksaan kesehatan bagi kelompok rentan.
Kunjungan Duta Besar Australia ini sekaligus menegaskan komitmen Australia untuk terus mendukung penguatan masyarakat sipil di Indonesia, memperluas akses layanan bagi kelompok marginal, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sosial.








