Home / Banda Aceh / Politik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Pemulihan Bencana Aceh-Sumatra Dinilai Tak Jelas, Koalisi Sipil Desak Pemerintah

Koalisi Sipil desak bencana Aceh-Sumatra menjadi bencana nasional. Bendera putih simbol kritik penanganan bencana ekologis Aceh-Sumatra. (Foto:Dok/LN)

Koalisi Sipil desak bencana Aceh-Sumatra menjadi bencana nasional. Bendera putih simbol kritik penanganan bencana ekologis Aceh-Sumatra. (Foto:Dok/LN)

Banda AcehKoalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana mengibarkan bendera putih sebagai simbol kegagalan pemerintah dalam menangani dan memulihkan bencana ekologis Aceh-Sumatra.

Melalui pernyataan sikap bertajuk “Bendera Putih: Pengurus Negara Gagal Pulihkan Bencana Ekologis Aceh-Sumatra”, koalisi menilai pemerintah belum memprioritaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sejak bencana terjadi pada akhir November 2025.

Koordinator Aksi Rahmad Maulidin mengatakan, ketidakjelasan kebijakan pemerintah, termasuk tidak ditetapkannya bencana ekologis Aceh-Sumatra sebagai bencana nasional, berdampak pada ketidakpastian kebijakan anggaran dan mekanisme pelaksanaan rehabilitasi serta rekonstruksi.

Baca Juga |  Wagub Aceh Dorong Revisi UUPA, Tegaskan Komitmen dalam NKRI

Koalisi juga menegaskan bencana belum berakhir. Hingga Agustus 2026, sejumlah wilayah Aceh masih dilanda banjir, di antaranya Gayo Lues, Aceh Utara dan terbaru Aceh Barat Daya. Kondisi serupa juga terjadi di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Menurut koalisi, klaim pemerintah mengenai percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Hampir sembilan bulan setelah bencana, pembersihan lumpur dinilai belum maksimal, sungai masih dangkal, sementara sawah dan kebun sebagai sumber ekonomi masyarakat belum tertangani.

Baca Juga |  Polda Aceh Imbau Mahasiswa dan Masyarakat Waspadai Penyusup Saat Aksi Unjuk Rasa

Persoalan lain yang disoroti meliputi sulitnya akses air bersih, hunian sementara yang seadanya, ketidakjelasan hunian tetap dan daerah relokasi, sekolah yang masih berlangsung di tenda, serta jalan dan jembatan yang masih dalam kondisi darurat.

Koalisi mendesak pemerintah pusat segera menetapkan bencana ekologis Aceh-Sumatra sebagai bencana nasional dan mempercepat rehabilitasi serta rekonstruksi dengan kepastian dan transparansi kebijakan anggaran.

Koalisi mengingatkan waktu terus berjalan dan musim hujan akan kembali. Ketidakpastian pemulihan dinilai berpotensi memperpanjang penderitaan masyarakat korban.

Baca Juga |  Wagub Aceh dan Dewan Perniagaan Malaysia Bahas Investasi Lintas Sektor

Bagi koalisi, pemulihan tidak sekadar membangun kembali fasilitas yang rusak. Pemulihan harus mengembalikan hak masyarakat untuk hidup aman, memiliki tempat tinggal dan penghidupan yang layak, serta mendapatkan lingkungan yang sehat dan terlindungi.

Koalisi menyatakan akan terus mengawal proses pemulihan bencana ekologis Aceh-Sumatra dan memastikan suara masyarakat korban tidak hilang dalam proses penanganan bencana.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Bangkai gajah mati di areal perkebunan PT MPLI Aceh Tamiang.

Banda Aceh

Dua Gajah Mati Beruntun, BKSDA Aceh Didesak Evaluasi Menyeluruh
Aksi solidaritas Perempuan Aceh

Banda Aceh

Solidaritas Perempuan Aceh Gelar Aksi, Soroti PLTB Lampuuk dan Suara Perempuan yang Terpinggirkan

Banda Aceh

Kapolda Aceh Terima Silaturahmi Danlanud SIM

Banda Aceh

163 Bintara Muda Lulusan Dikmaba Infanteri Siap Mengabdi
Silahturahmi ikagara dan Kapolda Aceh

Banda Aceh

IKAGARA Banda Aceh Bertemu Irjen Pol Ruddi Setiawan
Konferensi pers Polda aceh

Banda Aceh

Pemasok Cartridge Etomidate di Bireuen Jadi DPO, Polisi Buru RK
Konferensi pers pemerintah Aceh

Banda Aceh

Sekda Aceh Buka Rincian Dana Rp2,5 Triliun Penanganan Bencana
Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Plt