Home / News

Senin, 23 Maret 2026 - 17:32 WIB

Koalisi Sipil Kritik Klaim Prabowo soal Pemulihan Bencana Aceh

Kondisi tenda pengungsian korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang. (Foto:Dok/Ist)

Kondisi tenda pengungsian korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang. (Foto:Dok/Ist)

Aceh Tamiang — Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi pemulihan pascabencana di Aceh yang disebut hampir mencapai 100 persen. Koalisi menilai klaim tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan, khususnya di wilayah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh.

Dalam pernyataannya yang dirilis pada Senin (23/3/2026), koalisi menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan justru menunjukkan adanya upaya sistematis untuk membangun narasi yang menyesatkan publik.

Menurut koalisi, sejak awal terjadinya bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra—meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—pemerintah dinilai kerap menyampaikan klaim yang tidak mencerminkan realitas di lapangan. Salah satu yang disorot adalah pernyataan terbaru Presiden terkait kondisi pemulihan di Aceh.

Baca Juga |  Waspada! Modus Penipuan Digital Makin Canggih, 953 Entitas Dihentikan

Mereka menilai bahwa perbedaan antara pernyataan resmi pemerintah dan kondisi di lapangan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung.

Selain itu, Koalisi juga menyoroti dugaan adanya upaya penataan situasi saat kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang, termasuk pembongkaran tenda pengungsian dan pemindahan warga agar menciptakan kesan wilayah telah pulih.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap klaim yang disampaikan ke publik berbasis pada data yang akurat dan mencerminkan kondisi faktual di lapangan,” demikian pernyataan koalisi.

Baca Juga |  Polda Aceh Tangkap 50 Kg Ganja di Bireuen, Satu Terduga Pelaku Diamankan

Koalisi juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penanganan bencana, termasuk koordinasi antar lembaga dan efektivitas distribusi bantuan. Hal ini dinilai penting agar respons terhadap bencana di masa mendatang dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, mereka mengingatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan pemulihan sosial dan psikologis masyarakat. Pendekatan yang komprehensif dinilai menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan kehidupan warga terdampak.

Baca Juga |  Surat Terbuka GAM ke Presiden Prabowo soal Banjir Aceh

Sebagai langkah konkret, koalisi mendesak pemerintah untuk menetapkan bencana ekologis Sumatra sebagai bencana nasional. Menurut mereka, status tersebut penting untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh.

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Bencana terdiri dari sejumlah organisasi, yakni Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), LBH Banda Aceh, Aliansi Jurnalis Independen Banda Aceh (AJI), Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI), International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS), serta KontraS Aceh.

Editor:

Share :

Baca Juga

Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

News

Mahasiswa Aceh-Malaya: Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera
Penyerahan penghargaan O2SN Kota Banda Aceh

News

Dominasi O2SN 2026, SMATIKA Aceh Sabet Gelar Juara Umum
Aktivitas pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe

Ekonomi Bisnis

DJBC Dorong Hilirisasi di Tengah Tingginya Impor Energi
Fortress perusahaan penyedia pintu baja modern. Apersi aceh

Ekonomi Bisnis

Perkuat Ekosistem Properti, APERSI Aceh Bahas Kerja Sama dengan Fortress
Kapolresta Cup 2026

News

Kapolresta Cup 2026 Resmi Bergulir, 16 Klub Siap Bersaing Junjung Sportivitas
Gempa Magnitudo 6,7

News

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak
Zaini Abdullah wafat

News

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di RSUDZA Banda Aceh
Pelantikan kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani boy

News

Ramdani Boy Resmi Pimpin Ditjenpas Aceh