Banda Aceh — Bank Syariah Indonesia Regional Aceh menggelar Media Gathering bersama insan pers dengan tema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh”, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara BSI, Otoritas Jasa Keuangan, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Aceh, serta Persatuan Wartawan Indonesia dan media massa untuk mendorong ekosistem ekonomi syariah di Aceh.
RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyebut perbankan syariah memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di Aceh yang menerapkan sistem berbasis syariah.
“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujar Imsak.
Secara nasional, jumlah nasabah BSI meningkat menjadi 23,7 juta setelah bertambah 9,26 juta sejak merger pada 2021. Pembiayaan tumbuh 14,39 persen menjadi Rp329 triliun dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8 persen dan NPF nett 0,38 persen. Total aset mencapai Rp460,1 triliun per Maret 2026, mengantarkan BSI masuk lima besar bank nasional.
Di Aceh, DPK tumbuh 17,49 persen menjadi Rp21 triliun, pembiayaan naik 11,15 persen menjadi Rp25,4 triliun, dan total aset mencapai Rp26,4 triliun.
Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin, mengapresiasi sinergi dengan media.
Sementara Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando, menegaskan kontribusi perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif.
BSI berharap kolaborasi industri, regulator, akademisi, dan media terus diperkuat demi pertumbuhan ekonomi Aceh yang berkelanjutan berbasis nilai syariah.








