Home / Banda Aceh / Ekonomi Bisnis

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:37 WIB

DJBC Dorong Hilirisasi di Tengah Tingginya Impor Energi

Aktivitas impor propana dan butana melalui Pelabuhan Lhokseumawe. (Foto:Dok/Banner)

Aktivitas impor propana dan butana melalui Pelabuhan Lhokseumawe. (Foto:Dok/Banner)

Banda Aceh – Provinsi Aceh kini memegang peran strategis dalam rantai pasok energi nasional melalui infrastruktur Pelabuhan Lhokseumawe yang berfungsi sebagai pusat distribusi (hub) komoditas energi untuk wilayah Sumatera Bagian Utara. Peran tersebut menjadikan Aceh sebagai pintu utama masuknya propana dan butana yang diimpor PT Pertamina Patra Niaga guna menjamin ketersediaan gas elpiji (LPG) bagi jutaan masyarakat di sejumlah provinsi.

Dari Pelabuhan Lhokseumawe, pasokan energi tersebut didistribusikan ke berbagai daerah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Kepulauan Riau. Posisi strategis ini menempatkan Aceh sebagai salah satu simpul penting dalam sistem logistik energi nasional.

Namun, tingginya aktivitas impor energi juga berdampak signifikan terhadap struktur perdagangan luar negeri Aceh. Berdasarkan data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh, impor propana dan butana yang mayoritas berasal dari Amerika Serikat mendominasi nilai impor daerah.

Baca Juga |  Terungkap, ASN Diskominsa Aceh Diduga Jatuh Sendiri Bukan Korban Begal

Sepanjang 2025, nilai impor kedua komoditas tersebut mencapai USD 528 juta atau sekitar 92 persen dari total impor Aceh. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, nilai impor propana dan butana tercatat sebesar USD 231 juta atau setara 83 persen dari keseluruhan impor daerah.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh mengatakan keterbukaan data kepabeanan penting untuk memberikan gambaran objektif mengenai kondisi perekonomian daerah sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi.

Baca Juga |  BSI Salurkan Rp24 Triliun, Bea Cukai Dorong UMKM Naik Kelas

“Menjadi hub jalur distribusi logistik regional merupakan keunggulan infrastruktur yang dimiliki Aceh. Namun, kondisi ini juga menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga neraca perdagangan agar tetap surplus. Tingginya angka impor energi menuntut adanya strategi khusus untuk mengakselerasi kinerja ekspor, sehingga devisa yang masuk dapat tetap lebih besar dibandingkan devisa yang keluar,” ujarnya.

Tantangan tersebut terlihat dari struktur ekspor Aceh yang hingga kini masih didominasi komoditas primer. Data ekspor tahun 2025 menunjukkan batubara menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 67 persen, disusul kopi 11 persen, minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya 10 persen, rempah-rempah serta produk tanaman 5 persen, produk kimia 2,6 persen, dan berbagai komoditas lainnya.

Baca Juga |  Polda Aceh Ungkap Jaringan Perdagangan Satwa Liar Dilindungi

Dominasi ekspor bahan mentah membuat nilai tambah ekonomi yang diperoleh daerah masih relatif terbatas. Karena itu, DJBC Aceh menilai hilirisasi industri menjadi langkah strategis yang perlu dipercepat.

Transformasi dari ekspor bahan baku menuju produk olahan bernilai tambah diyakini mampu meningkatkan perolehan devisa, menarik investasi baru, memperkuat industri pengolahan, sekaligus membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Aceh.

Data kepabeanan tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi yang lebih berorientasi pada nilai tambah dan daya saing jangka panjang.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

163 Bintara Muda Lulusan Dikmaba Infanteri Siap Mengabdi
Silahturahmi ikagara dan Kapolda Aceh

Banda Aceh

IKAGARA Banda Aceh Bertemu Irjen Pol Ruddi Setiawan

Ekonomi Bisnis

BSI Raih Anugerah ESG 2026 lewat Program Green Zakat
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari

Aceh Besar

Pasokan Semen Aceh Jadi Perhatian, SIG Evaluasi Distribusi Harian
Konferensi pers Polda aceh

Banda Aceh

Pemasok Cartridge Etomidate di Bireuen Jadi DPO, Polisi Buru RK
Konferensi pers pemerintah Aceh

Banda Aceh

Sekda Aceh Buka Rincian Dana Rp2,5 Triliun Penanganan Bencana
Kabid Humas Polda Aceh

Banda Aceh

Kapolresta dan Kasat Narkoba Banda Aceh Diperiksa Mabes Polri, Kapolda Tunjuk Plt

Banda Aceh

HUT Ke-53, Bank Aceh Perkuat Transformasi dan Amanah