Home / Banda Aceh / Lingkungan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:59 WIB

Cuaca Banda Aceh Makin Terik Februari–Maret, Ini Penjelasannya

Cuaca panas terik di Kota Banda Aceh pada siang hari dengan langit cerah. (Foto:Dok)

Cuaca panas terik di Kota Banda Aceh pada siang hari dengan langit cerah. (Foto:Dok)

Banda Aceh — Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Kota Banda Aceh merasakan suhu udara yang lebih panas dari biasanya, terutama pada siang hari, Sabtu, (07/03/2026).

Kondisi ini memicu berbagai keluhan warga yang merasakan cuaca semakin terik meski wilayah Aceh masih berada dalam periode yang secara klimatologis belum memasuki puncak musim kemarau.

Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena panas yang dirasakan masyarakat Banda Aceh pada periode Februari hingga awal Maret merupakan kondisi yang relatif normal dalam siklus iklim tropis di wilayah dekat garis khatulistiwa.

Data prakiraan cuaca menunjukkan suhu udara di Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat suhu terasa lebih panas di permukaan, terutama pada siang hari ketika radiasi matahari berada pada intensitas maksimal.

Salah satu faktor utama meningkatnya rasa panas adalah posisi matahari yang secara astronomis bergerak menuju garis khatulistiwa menjelang fenomena equinox Maret. Saat periode ini terjadi, sudut datang sinar matahari menjadi lebih tegak terhadap wilayah Indonesia, termasuk Aceh.

Baca Juga |  13 Lubang Peluru Ditemukan di Pesawat Korowai

Akibatnya, energi panas yang diterima permukaan bumi meningkat sehingga suhu udara pada siang hari terasa lebih terik dibandingkan periode lainnya dalam setahun.

Wilayah Aceh yang berada sangat dekat dengan garis khatulistiwa membuat efek ini terasa lebih kuat dibanding daerah yang berada jauh dari lintang nol derajat.

Selain faktor posisi matahari, pengurangan intensitas hujan juga turut memengaruhi peningkatan suhu permukaan. Pada periode Februari hingga Maret, sebagian wilayah Aceh mengalami fase relatif lebih kering dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Berkurangnya tutupan awan membuat sinar matahari lebih bebas mencapai permukaan tanah. Hal ini menyebabkan panas yang terserap oleh permukaan daratan, jalan aspal, serta bangunan di wilayah perkotaan meningkat secara signifikan. Fenomena tersebut dikenal sebagai urban heat effect, yakni kondisi ketika area perkotaan menyimpan panas lebih lama dibanding wilayah pedesaan.

Baca Juga |  Kantor Imigrasi Banda Aceh Catat 29 Ribu Layanan Paspor Selama 2025

Meski cuaca terasa panas, BMKG menjelaskan bahwa potensi hujan tetap ada di wilayah Aceh. Namun hujan yang terjadi umumnya bersifat lokal dan muncul pada sore hingga malam hari.

Fenomena ini berkaitan dengan proses konveksi atmosfer tropis. Pemanasan kuat pada siang hari menyebabkan udara panas naik ke atmosfer sambil membawa uap air. Ketika udara tersebut mendingin di lapisan atas atmosfer, terbentuklah awan tebal jenis cumulonimbus yang dapat memicu hujan deras dalam waktu singkat. Karena proses ini bersifat lokal, hujan sering kali tidak terjadi merata di seluruh wilayah kota.

Selain faktor lokal, dinamika atmosfer global juga berperan dalam membentuk pola cuaca di Indonesia. Salah satu fenomena yang mempengaruhi adalah Madden–Julian Oscillation (MJO), yaitu gelombang atmosfer tropis yang bergerak dari barat ke timur di sekitar khatulistiwa.

Ketika aktivitas MJO melemah atau tidak berada di wilayah Indonesia, pembentukan awan hujan cenderung berkurang sehingga kondisi cuaca menjadi lebih cerah dan panas.

Baca Juga |  Dua Personel TNI Cegah Bentrokan Meluas dengan Pendekatan Humanis

Namun BMKG menegaskan bahwa kondisi ini masih berada dalam kategori normal dan tidak menunjukkan indikasi gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di beberapa wilayah subtropis dunia.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca harian, terutama pada siang hari ketika suhu udara mencapai puncaknya.

Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain mengurangi aktivitas di luar ruangan pada tengah hari, menjaga hidrasi tubuh, serta memantau informasi prakiraan cuaca resmi dari BMKG.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lokal yang dapat disertai kilat dan angin kencang pada sore hingga malam hari.

Dengan dinamika atmosfer tropis yang cepat berubah, cuaca panas pada siang hari masih berpotensi diikuti hujan dalam waktu singkat di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Pangdam IM Buka Lomba PBB SLTA Se-Aceh

Banda Aceh

Wagub Dek Fadh Kumpulkan Forkopimda Bahas Kondisi Aceh

Banda Aceh

Polresta Banda Aceh Tangkap Terduga Penggelap Motor TNI

Banda Aceh

Prof. Marniati Hadir di Tengah Duka Keluarga Mahasiswi UUI

Banda Aceh

Pemprov Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tutup Usia
Rakor rehab rekon bencana Aceh

Banda Aceh

Dek Fadh Ikuti Rakor Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
Digitalisasi Internet Banking Corporate (IBC) Bank Aceh di Bireun

Banda Aceh

Bank Aceh Perkuat Digitalisasi Keuangan Sekolah di Bireuen

Banda Aceh

Polda Aceh Ungkap Kasus Aborsi, Tiga Orang Ditangkap