Home / Banda Aceh / Forum Publik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DJKN Aceh Dorong Lingkungan Kerja Bebas Kekerasan

Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Aceh menggelar talkshow pengarusutamaan gender bertema “Cegah Kekerasan, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Aman dan Setara” di lantai 5 Gedung D, Gedung Keuangan Negara, Banda Aceh, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan refleksi untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan kekerasan berbasis gender sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan menjunjung tinggi kesetaraan.

Kepala Kanwil DJKN Aceh, Rachmat Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut penting sebagai momentum refleksi bersama mengenai kondisi lingkungan kerja dan upaya membangun budaya kerja yang sehat serta saling menghormati.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari momentum peringatan Hari Oeang Republik Indonesia yang diperingati setiap 30 Oktober serta Hari Kekayaan Negara ke-20.

Ia berharap talkshow tersebut tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga mendorong kesadaran dan langkah nyata dalam mencegah kekerasan di lingkungan kerja.

Baca Juga |  80 Tahun Bea Cukai, Perkuat Pengawasan dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, S.Pd.I., M.Si., dalam pemaparannya menjelaskan berbagai bentuk kekerasan berbasis gender serta kaitannya dengan gender, hak asasi manusia (HAM), relasi kuasa, dan persetujuan atau consent.

Ia menjelaskan bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga dapat berupa kekerasan psikis, seksual, verbal, maupun tindakan lain yang merendahkan martabat dan melanggar hak seseorang.

Riswati juga memaparkan pengalaman Flower Aceh dalam menangani berbagai persoalan kekerasan berbasis gender. Menurutnya, pemahaman terhadap bentuk-bentuk kekerasan menjadi langkah awal agar masyarakat mampu mengenali, mencegah, dan mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi atau mengetahui kasus kekerasan.

Flower Aceh turut menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan. Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu akses bagi korban untuk menyampaikan persoalan yang dialami dan memperoleh bantuan yang sesuai.

Baca Juga |  Perempuan di Situasi Bencana Kian Rentan, Ini Temuan PERMAMPU

Sementara itu, psikolog klinis RSUDZA, Yulia Direzkia, S.Psi., M.Si., Psikolog, menyoroti dampak kekerasan dan lingkungan kerja yang tidak aman terhadap kesehatan mental pegawai.

Ia menjelaskan, korban dapat mengalami immediate response atau respons emosional awal berupa syok, ketakutan, kebingungan, dan kemarahan. Apabila tekanan berlangsung terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, kondisi tersebut berisiko berkembang menjadi trauma dan memunculkan gejala terkait trauma (trauma-related symptoms).

Yulia juga mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat korban enggan melaporkan kekerasan yang dialaminya. Di antaranya, takut kehilangan pekerjaan, khawatir dianggap sebagai pembuat masalah, serta takut pengalaman dan pengaduannya diremehkan atau tidak ditanggapi secara serius.

Baca Juga |  Perempuan dan Anak Muda Didorong Jadi Penggerak Dunia Kerja Inklusif

Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian pimpinan dan pengelola organisasi. Lingkungan kerja yang aman membutuhkan kepemimpinan yang akuntabel, kebijakan yang tegas, serta standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pencegahan dan penanganan kekerasan.

Mekanisme pelaporan juga harus memberikan rasa aman, menjaga kerahasiaan korban, serta memastikan setiap pengaduan ditindaklanjuti secara profesional. Dengan demikian, pegawai tidak perlu takut terhadap ancaman, stigma, maupun perlakuan diskriminatif ketika berani melaporkan kekerasan.

Dalam talkshow tersebut, Kepala Seksi Hukum Kanwil DJKN Aceh, Delvi Manalu, turut menjadi narasumber untuk membahas aspek hukum terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kerja. Kegiatan dipandu oleh Yasmin selaku pembawa acara.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Kapolda Aceh Apresiasi Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo

Banda Aceh

Polresta Banda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah 26 Oktober

Banda Aceh

Polisi Bantu Massa Aksi yang Alami Gangguan Pernapasan
Muhammad Riza Nurdin

Banda Aceh

Mualem Tetapkan Riza Nurdin sebagai Direktur Komersial PT PEMA

Banda Aceh

Kodam IM Gelar Lepas Sambut Pangdam

Banda Aceh

Dek Fadh Hadiri Sertijab Pangdam Iskandar Muda
Pengaturan lalu lintas Banda Aceh

Banda Aceh

Kapolda Aceh Tinjau Strong Point di Sejumlah Titik Banda Aceh
edukasi Sahabat Digital USK

Banda Aceh

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK  Sosialisasikan Literasi Digital Cegah Cyberbullying