Home / Aceh Besar / Forum Publik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:01 WIB

Perempuan dan Anak Muda Didorong Jadi Penggerak Dunia Kerja Inklusif

Peserta Workshop Decent Work di Desa Mon Ikeun Lhoknga Aceh Besar. (Foto:Dok/Flower Aceh)

Peserta Workshop Decent Work di Desa Mon Ikeun Lhoknga Aceh Besar. (Foto:Dok/Flower Aceh)

Aceh Besar — Flower Aceh bersama sejumlah mitra mendorong penguatan kepemimpinan perempuan dan anak muda dalam membangun dunia kerja yang layak, adil, aman, dan inklusif.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pekerjaan Layak (Decent Work) bagi Perempuan dan Orang Muda yang Adil dan Inklusif yang digelar di Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Program Studi Sosiologi Agama (SA), Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Ar-Raniry, Himpunan AFI, Sekolah HAM Perempuan Flower Aceh, Flower Aceh, serta Inspire Asia-WSM Belgia.

Workshop menjadi ruang pembelajaran dan diskusi bagi perempuan serta generasi muda untuk memahami pentingnya hak-hak pekerja sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan dunia kerja.

Baca Juga |  Dua Heli Caracal TNI AU Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir Aceh

Kegiatan dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) bertema “Kepemimpinan Perempuan dan Pekerja Muda untuk Dunia Kerja yang Adil dan Inklusif.” FGD tersebut diikuti sekitar 50 lebih peserta dari Forum Perempuan Akar Rumput.

Sejumlah narasumber hadir dalam forum tersebut, yakni Amrina Habibi, Reza, T. Ayatullah Bani Baeit, dan Maqbul. Diskusi dimoderatori Margvirah, sementara Riswati bertindak sebagai fasilitator.

Direktur Flower Aceh, Riswati, mengatakan pekerjaan layak tidak hanya berkaitan dengan kesempatan memperoleh pekerjaan, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak, perlindungan, keamanan, kesetaraan, serta kesempatan berkembang bagi setiap pekerja.

Baca Juga |  Polsek Peukan Bada Telusuri Dugaan Tulang Manusia yang Viral

“Perempuan dan anak muda harus ditempatkan sebagai subjek dalam dunia kerja, bukan sekadar sebagai penerima manfaat. Mereka harus memiliki ruang untuk bersuara, mengambil keputusan, memimpin, dan mendapatkan perlindungan atas hak-haknya,” kata Riswati.

Menurutnya, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dan pekerja muda, mulai dari diskriminasi, ketimpangan kesempatan, lingkungan kerja yang tidak aman, hingga minimnya pemahaman mengenai hak-hak ketenagakerjaan.

Karena itu, peningkatan literasi mengenai pekerjaan layak dinilai penting agar perempuan dan anak muda mampu mengenali hak serta memperjuangkannya secara konstruktif.

Ia menambahkan, forum seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi dapat melahirkan gagasan dan aksi nyata yang berdampak langsung terhadap kehidupan perempuan dan pekerja muda.

Baca Juga |  Film "Seberang" Satlantas Aceh Besar Raih Juara Nasional

Melalui kegiatan tersebut, Flower Aceh berharap semakin banyak perempuan dan anak muda di Aceh memiliki kapasitas untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, memperjuangkan hak pekerja, serta mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif.

Kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi perempuan, kelompok masyarakat, dan mitra pembangunan juga dinilai menjadi modal penting untuk memastikan agenda pekerjaan layak dapat terus diperkuat di tingkat komunitas.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan pertukaran pengalaman peserta mengenai persoalan perempuan dan pekerja muda di dunia kerja.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Aceh Tengah

Natural Aceh : Kopi Gayo Jadi Mesin Bisnis KDMP Aceh Tengah

Banda Aceh

Brave Kids Festival Hadirkan Ruang Kreatif bagi 100 Anak di Banda Aceh
Spanduk kritik politik di simpang Surabaya Banda Aceh

Banda Aceh

Misteri Spanduk “200 T Bohong, Rakyat Melarat” di Banda Aceh

Banda Aceh

Amrina Habibi Ajak Perkuat Perlindungan Hak di Dunia Kerja

Banda Aceh

Riswati: Perempuan Berhak Sukses Tanpa Kehilangan Dirinya

Banda Aceh

Flower Aceh Buka Ruang Diskusi Kepemimpinan Perempuan dan Dunia Kerja Inklusif
Chairul Azmi, S.H., M.H., hakim Tipikor PN pangkal pinang.

Forum Publik

Dari Advokat dan Aktivis Bantuan Hukum Aceh, Chairul Azmi Dilantik Jadi Hakim Ad Hoc Tipikor

Aceh Besar

Kapolres Aceh Besar Hadiri Syukuran HUT ke-78 Polwan