Banda Aceh – PT Bank Aceh Syariah menyalurkan zakat perusahaan Tahun Buku 2025 sebesar Rp11.947.136.897 sebagai bentuk komitmen menjalankan prinsip syariah sekaligus memperkuat kontribusi sosial bagi masyarakat Aceh.
Dari total tersebut, Rp2,7 miliar diserahkan langsung kepada Baitul Mal Aceh (BMA) dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat Bank Aceh Syariah, Banda Aceh, Selasa (1/9/2026).
Penyerahan zakat dilakukan Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, kepada Kepala BMA, Tgk HM Yunus M Yusuf, SH.
Sementara itu, zakat perusahaan lainnya disalurkan melalui jaringan kantor cabang Bank Aceh kepada Baitul Mal kabupaten/kota di Aceh. Masing-masing Baitul Mal memperoleh alokasi Rp400 juta, sehingga manfaat zakat diharapkan dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas mengatakan, penunaian zakat perusahaan merupakan bagian dari komitmen Bank Aceh sebagai bank syariah dalam menjalankan kewajiban sesuai prinsip syariah sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Bank Aceh merupakan salah satu pelopor penyaluran zakat perusahaan di Aceh. Kami berharap apa yang dilakukan Bank Aceh dapat menjadi motivasi bagi perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di Aceh untuk ikut menunaikan zakat perusahaannya,” ujar Fadhil.
Menurutnya, semakin banyak perusahaan menunaikan zakat, semakin besar pula potensi manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.
Fadhil menegaskan, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah kepada Allah SWT (hablum minallah), tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada sesama (hablum minannas).
“Karena itu, kami ingin zakat yang ditunaikan Bank Aceh dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, mendukung program pemberdayaan, dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” katanya.
Sebagai bank syariah milik Pemerintah Aceh, Bank Aceh, lanjut Fadhil, memiliki tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai syariah, termasuk pelaksanaan kewajiban zakat perusahaan.
“Bank Aceh ingin terus tumbuh bersama masyarakat. Semoga zakat yang kita tunaikan ini menjadi keberkahan bagi Bank Aceh dan seluruh pihak yang terlibat serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.
BMA: Bank Aceh Muzaki Terbesar
Kepala BMA Tgk HM Yunus M Yusuf mengapresiasi konsistensi Bank Aceh dalam menunaikan zakat perusahaan sekaligus memperluas penyalurannya hingga ke berbagai daerah.
“Bank Aceh merupakan muzaki terbesar di Aceh dan juga menjadi salah satu penyalur zakat terbanyak di Aceh. Kami sangat mengapresiasi komitmen Bank Aceh dalam menunaikan zakat perusahaan,” kata Yunus.
Ia menilai kontribusi Bank Aceh penting dalam memperkuat penghimpunan zakat di Aceh sekaligus menjadi teladan bagi dunia usaha dalam menjalankan kewajiban zakat.
Yunus berharap langkah tersebut dapat mendorong perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di Aceh untuk ikut menunaikan zakat.
“Potensi zakat di Aceh sangat besar. Apabila dapat dihimpun dan dikelola dengan baik, tentu akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, khususnya para mustahik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pola penyaluran melalui jaringan kantor cabang Bank Aceh di kabupaten/kota. Menurutnya, jaringan tersebut dapat membantu memperluas jangkauan manfaat zakat hingga lebih dekat dengan masyarakat.
“Penyaluran melalui kantor cabang di daerah tentu sangat membantu karena manfaat zakat dapat lebih dekat dengan masyarakat. Ini merupakan bentuk sinergi yang baik antara Bank Aceh dengan Baitul Mal di kabupaten/kota,” katanya.
Dana zakat yang telah disalurkan selanjutnya dikelola dan dimanfaatkan Baitul Mal sesuai ketentuan syariah dan peraturan yang berlaku, termasuk untuk membantu masyarakat yang masuk kategori penerima zakat atau mustahik.
Pembayaran Zakat Makin Mudah
Selain menunaikan zakat perusahaan, Bank Aceh juga mendorong kemudahan masyarakat dalam membayar zakat melalui layanan digital Action Mobile.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menunaikan zakat secara praktis menggunakan perangkat digital. Fasilitas ini menjadi bagian dari transformasi digital Bank Aceh dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Aceh.
“Kami juga mengajak masyarakat memanfaatkan kemudahan pembayaran zakat melalui Action Mobile. Dengan layanan digital ini, masyarakat dapat menunaikan zakat dengan lebih praktis,” ujar Fadhil.
Menurutnya, kemudahan pembayaran secara digital diharapkan turut meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban zakat.
“Pada akhirnya zakat bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga bagaimana kita berbagi dan memberikan manfaat kepada sesama,” tutupnya.









