Banda Aceh — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan, melalui akses pembiayaan, literasi keuangan, serta pendampingan usaha yang berkelanjutan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan PKU Akbar PNM bertema “Sinergi Finansial: Wujudkan UMKM Tangguh dan Berkelanjutan” yang digelar di Kantor OJK Provinsi Aceh, Jumat, 14 Agustus 2026.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 perempuan pelaku UMKM yang merupakan nasabah PNM Mekaar. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman pelaku usaha terhadap pengelolaan keuangan sekaligus mendorong mereka memanfaatkan pembiayaan secara produktif.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Jasmi, Daddi Peryoga, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Lalu Dodot Patria Ary.
Kolaborasi OJK dan PNM dinilai penting karena akses pembiayaan bagi UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan modal. Pelaku usaha juga membutuhkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, manajemen risiko, hingga strategi pengembangan bisnis agar pembiayaan yang diterima mampu memberikan dampak jangka panjang.
Berdasarkan data PNM per Juni 2026, outstanding piutang PNM Mekaar di Aceh mencapai Rp1,03 triliun, sedangkan pembiayaan melalui ULaMM tercatat sebesar Rp62,44 miliar. Seluruh pembiayaan tersebut dijalankan dengan prinsip syariah.
Di sisi lain, tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Aceh juga terus menjadi perhatian. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan Aceh mencapai 96,43 persen, sementara indeks literasi keuangan berada di angka 66,33 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah relatif tinggi. Namun, peningkatan akses tersebut perlu diikuti dengan penguatan pemahaman agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mampu menggunakan produk dan layanan keuangan secara tepat.
OJK menilai literasi keuangan dan pendampingan usaha menjadi komponen penting dalam memperkuat keberlanjutan UMKM. Dengan pemahaman yang memadai, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu memperoleh pembiayaan, tetapi juga dapat mengelolanya secara sehat untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha.
Sinergi antara OJK dan PNM juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku UMKM perempuan di Aceh naik kelas, memiliki tata kelola usaha yang lebih baik, serta mampu memperluas akses pasar dan pembiayaan.
Penguatan UMKM menjadi semakin strategis mengingat sektor tersebut memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kombinasi antara akses modal, literasi keuangan, dan pendampingan usaha menjadi fondasi penting agar UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, OJK Aceh dan PNM menegaskan komitmen untuk terus memperluas edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM, sehingga pembiayaan yang tersedia benar-benar dapat menjadi instrumen pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.









