Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Nilai dividen tersebut mencapai sekitar Rp1,51 triliun atau setara Rp32,81 per lembar saham, Selasa, (05/05/2026).
Keputusan ini mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2024, perseroan membagikan dividen sebesar 15 persen atau Rp1,05 triliun dengan nilai Rp22,78 per saham.
Manajemen menyampaikan, pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah pihak yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS). Jadwal pembagian akan diumumkan lebih lanjut.
Sepanjang 2025, BSI mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen atau Rp6,05 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah, serta akselerasi transformasi digital.
“Fundamental yang kuat mendorong peningkatan kepercayaan publik, tercermin dari pertumbuhan lebih dari 2 juta nasabah sepanjang 2025,” ujarnya.
Dengan penambahan tersebut, total nasabah BSI kini mencapai sekitar 23 juta. Selain itu, perseroan juga telah memperoleh dual licence sebagai bank syariah dan bullion bank, yang dinilai membuka peluang ekspansi ekosistem bisnis ke depan.
Anggoro menegaskan, kebijakan dividen dilakukan secara seimbang antara memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham dan menjaga ketahanan permodalan.
RUPST juga menyetujui sejumlah agenda strategis lain, termasuk pengesahan laporan keuangan, penetapan remunerasi manajemen, penunjukan akuntan publik, serta perubahan susunan dewan komisaris.








