Home / Daerah / News

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:56 WIB

Jangan Alihkan Isu Banjir, Rakyat Aceh Butuh Bantuan Nyata

KPA Kuta Pase, Halim Abe. (Foto: Arsip FB)

KPA Kuta Pase, Halim Abe. (Foto: Arsip FB)

Lhokseumawe — Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase menegaskan bahwa perhatian publik dan negara tidak boleh dialihkan dari persoalan utama yang tengah dihadapi rakyat Aceh, yakni dampak banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah provinsi tersebut.

Juru Bicara KPA Kuta Pase, Halim Abe, menyampaikan bahwa pengibaran Bendera Aceh dan bendera putih dalam arak-arakan bantuan maupun aksi solidaritas di sejumlah titik harus dipahami sebagai bentuk empati dan keprihatinan mendalam masyarakat terhadap kondisi kemanusiaan yang kian memburuk akibat bencana.

Menurut Halim, banjir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur publik, melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, serta mengakibatkan hilangnya nyawa dan tempat tinggal masyarakat.

Baca Juga |  Aktivis Perempuan Aceh Desak Pemerintah Perkuat Ruang Aman Bagi Perempuan

Dalam situasi darurat seperti ini, ekspresi kolektif masyarakat merupakan hal yang wajar ketika keadilan dan keseriusan penanganan bencana belum sepenuhnya dirasakan.

“Aksi ini harus dipahami sebagai ekspresi aspirasi rakyat. Ini bukan sekadar simbol, melainkan suara kekecewaan terhadap status dan pola penanganan bencana yang tidak jelas,” ujar Halim Abe dalam keterangannya.

KPA Kuta Pase juga meminta aparat keamanan menyikapi aspirasi masyarakat secara humanis dan proporsional. Pendekatan represif, menurut Halim, bukan solusi dan justru berpotensi memperkeruh suasana di tengah situasi kemanusiaan yang sensitif.

Lebih lanjut, Halim Abe mengimbau seluruh jajaran KPA Kuta Pase untuk tetap menjaga pông droe (harga diri), memperkuat koordinasi internal sesuai garis komando, serta bersikap bijaksana agar fokus perjuangan tidak bergeser dari kepentingan rakyat terdampak bencana.

Baca Juga |  Surat Terbuka GAM ke Presiden Prabowo soal Banjir Aceh

Ia menegaskan bahwa situasi yang tidak dikelola dengan baik berisiko mengalihkan perhatian dari persoalan utama, yakni penderitaan masyarakat Aceh akibat banjir yang hingga kini masih membutuhkan bantuan dan pemulihan serius.

“Kami meminta seluruh jajaran KPA Kuta Pase tetap solid, terkoordinasi, dan waspada. Jangan sampai ada pihak yang menunggangi situasi dan mengaburkan isu kemanusiaan rakyat Aceh,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, KPA Kuta Pase juga menegaskan komitmen dan dukungan terhadap Muzakir Manaf (Mualem) dalam mengawal aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab dan terarah, demi mempercepat pemulihan Aceh dari keterpurukan pascabencana.

Baca Juga |  FOREDER Aceh Desak Aparat Hukum Tindak Tegas Pelaku Penistaan Agama

Pada kesempatan yang sama, Halim Abe menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak di luar Aceh, termasuk NGO, lembaga internasional, dan elemen masyarakat sipil yang telah menyalurkan bantuan serta turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Semoga Allah SWT melindungi kita semua, memberi kesabaran dan keikhlasan. InsyaAllah, Aceh akan mampu melewati masa sulit ini dengan kehormatan, sebagaimana telah kita buktikan dari masa ke masa,” pungkasnya.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

News

Polresta Banda Aceh Klarifikasi Kasus Pencurian di Warkop Muda Kopi

News

Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran Polresta Banda Aceh Diserah Terimakan
Misbah

News

Aliansi Mahasiswa Aceh Kritik Klaim Pemulihan Banjir 100 Persen
Kondisi tenda pengungsian

News

Koalisi Sipil Kritik Klaim Prabowo soal Pemulihan Bencana Aceh
Kecelakaan lalulintas

News

Jelang Lebaran Kecelakaan Renggut Lima Nyawa, Ini Kata Kasat Lantas Polresta Banda Aceh
Wagub Aceh

Daerah

Wagub Aceh dan Mendagri Cek Kesiapan Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang
Bantuan kemanusiaan korban banjir

News

Flower Aceh dan Lifeguards Aceh Salurkan Bantuan untuk 2.950 KK Korban Banjir
Suharyanto

News

BNPB Pastikan Korban Bencana Gayo Lues Keluar dari Tenda Sebelum Lebaran