Home / News / Pendidikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:51 WIB

Relawan Yabani Gelar Trauma Healing Islami untuk Anak Korban Bencana Aceh Tamiang

Relawan Yabani & Kak Bimo foto bersama anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang. (Foto:Dok/YABANI)

Relawan Yabani & Kak Bimo foto bersama anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang. (Foto:Dok/YABANI)

Aceh Tamiang — Upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang terus dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan “Relawan Yabani Bercerita” yang digelar Yayasan Bina Anak Usia Dini (YABANI) di Kampung Tanjung Karang, Aceh Tamiang, Selasa (20/1/2026).

Kegiatan ini menghadirkan pendekatan trauma healing berbasis nilai keislaman, dengan menggandeng Kak Bimo, perwakilan Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) Pusat. Puluhan anak terdampak bencana mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias, di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.

Dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan, Kak Bimo menyampaikan kisah-kisah inspiratif tentang perjuangan para sahabat Nabi dan Rasulullah SAW dalam menghadapi musibah dan ujian berat.

Baca Juga |  LPSK Sosialisasi Perlindungan Saksi dan Korban di Banda Aceh

Cerita dikemas secara komunikatif, diselingi pesan keimanan, empati, dan penguatan mental agar anak-anak tidak larut dalam trauma berkepanjangan.

Anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang bersama Kak Bimo.
Anak-anak korban bencana di Aceh Tamiang mengikuti kegiatan bercerita bersama Kak Bimo. (Foto:Dok/YABANI)

“Melalui cerita, kami ingin menanamkan semangat kepada anak-anak korban bencana. Walaupun rumah dan harta benda hilang, mereka harus tetap ceria dan yakin bahwa Allah SWT selalu bersama mereka,” ujar Kak Bimo di sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa musibah bukanlah akhir segalanya. Menurutnya, setiap ujian memiliki batas kemampuan yang telah Allah tetapkan bagi hamba-Nya.

Baca Juga |  Road Show YABANI Berkisah Hari Kelima Tembus Dataran Tinggi Bener Meriah

Pesan ini sengaja disampaikan untuk membangun ketahanan mental, optimisme, dan keimanan anak-anak yang tengah berada dalam kondisi psikologis rentan.

Respons positif datang langsung dari para peserta. Aidil, siswa kelas VI SD Negeri 1 Percontohan Aceh Tamiang, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap daerahnya segera pulih agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali normal.

“Senang dengar ceritanya. Semoga Aceh Tamiang cepat pulih supaya kami bisa sekolah seperti biasa,” ujar Aidil.

Pendekatan trauma healing berbasis cerita Islami ini dinilai efektif karena menyentuh aspek emosional, spiritual, dan psikologis anak secara bersamaan. Di tengah kondisi pascabencana, metode ini menjadi alternatif penting selain bantuan fisik, yang kerap luput dari perhatian dalam penanganan darurat.

Baca Juga |  Dinas Peternakan Aceh Jamin Kualitas Hewan Kurban untuk Meugang dan Idul adha

YABANI bersama PPMI Pusat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan serupa di wilayah terdampak bencana lainnya di Aceh.

Program ini tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan sementara, tetapi sebagai investasi mental jangka panjang bagi generasi penyintas bencana.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

News

Mahasiswa Aceh-Malaya: Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera
Penyerahan penghargaan O2SN Kota Banda Aceh

News

Dominasi O2SN 2026, SMATIKA Aceh Sabet Gelar Juara Umum
Aktivitas pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe

Ekonomi Bisnis

DJBC Dorong Hilirisasi di Tengah Tingginya Impor Energi
Fortress perusahaan penyedia pintu baja modern. Apersi aceh

Ekonomi Bisnis

Perkuat Ekosistem Properti, APERSI Aceh Bahas Kerja Sama dengan Fortress
Kapolresta Cup 2026

News

Kapolresta Cup 2026 Resmi Bergulir, 16 Klub Siap Bersaing Junjung Sportivitas
Gempa Magnitudo 6,7

News

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak
Zaini Abdullah wafat

News

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia di RSUDZA Banda Aceh
35 Peserta kaderisasi kepemimpinan nasional

Pendidikan

Institut Harkat Negeri Berangkatkan 35 Peserta TSLB Angkatan IX, Jalani Program Komitmen di Brebes