Home / Nasional

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:20 WIB

Kapolri Paparkan Strategi Prabowo Redam Konflik Global

Kapolri memaparkan situasi konflik global bersama jajaran Polda Jabar. (Foto:Dok/Polda Jabar)

Kapolri memaparkan situasi konflik global bersama jajaran Polda Jabar. (Foto:Dok/Polda Jabar)

Jawa Barat — Kapolri Listyo Sigit Prabowo memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam merespons situasi geopolitik global yang memanas akibat meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan Sigit dalam acara Silaturahmi Ramadhan di Kepolisian Daerah Jawa Barat pada Rabu (4/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Sigit menilai kondisi global saat ini tengah menghadapi dinamika yang tidak stabil akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ia berharap ketegangan yang terjadi dapat segera mereda sehingga stabilitas internasional kembali terjaga.

Baca Juga |  CNN Indonesia Dilarang Liputan di Istana, IWO Angkat Bicara

Menurutnya, konflik yang berlarut-larut tidak hanya berdampak pada kawasan yang terlibat, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan sosial di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kapolri juga menyinggung langkah diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagai negara nonblok. Ia menyebut Presiden terus melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah negara, baik di kawasan Asia Tenggara maupun Timur Tengah, guna mendorong upaya perdamaian.

“Tentunya kita ingin situasi global yang ada ini bisa segera selesai dan Pemerintah saat ini terus berjuang untuk ikut aktif menyelesaikan konflik yang terjadi sehingga perdamaian dapat terwujud,” kata Sigit.

Baca Juga |  Prabowo dan Kapolri Tiba di Aceh Cek Pemulihan Bencana

Selain itu, Sigit menjelaskan bahwa Presiden juga terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak untuk merumuskan langkah mitigasi terhadap dampak konflik global. Diskusi tersebut mencakup berbagai sektor strategis, termasuk stabilitas ekonomi, ketahanan energi, hingga ketahanan pangan.

Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan geopolitik global yang semakin kompleks.

Menurutnya, eskalasi konflik global berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan apabila tidak diantisipasi secara matang. Kondisi tersebut dapat berimbas pada stabilitas sosial di dalam negeri.

Baca Juga |  Wagub Aceh Bahas Keberlanjutan Dana Otsus Bersama Forbes DPR/DPD RI

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Sigit menegaskan bahwa solidaritas nasional menjadi kunci penting dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas serta tetap berperan aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia.

Reporter:
Editor:

Share :

Baca Juga

Nasir Djamil

Nasional

Nasir Jamil Apresiasi Kapolda Aceh Tanam 10 Ribu Mangrove
Gedung ojk

Nasional

OJK Perkuat Ketahanan Sistem Keuangan Nasional
Info ojk

Nasional

OJK Tegaskan Tidak Ada Program Pemutihan Data Pinjol
Kanal YouTube Pandji Pragiwaksono

Hukum & Kriminal

Bareskrim Periksa Admin YouTube Pandji Pragiwaksono
kerja sama BSI dan PNM

Ekonomi Bisnis

BSI-PNM Garap 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh
Sulthan Fathani

Nasional

Sulthan Fathani Siswa SMAN 4 Banda Aceh Masuk Top 15 Duta Siswa Indonesia 2026
Murthalamuddin

Nasional

Pemerintah Aceh Tegaskan Dana Bencana 2025 Dikelola Transparan dan Sesuai Regulasi
Rijalul Maula

Nasional

Rijalul Maula Wakili Aceh sebagai Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026