Home / News

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:39 WIB

Panic Buying BBM di Banda Aceh, Antrean Panjang di Sejumlah SPBU

Warga memadati SPBU Lhoong Raya di Banda Aceh. Panic buying dipicu kekhawatiran kelangkaan BBM. (Foto/Ist)

Warga memadati SPBU Lhoong Raya di Banda Aceh. Panic buying dipicu kekhawatiran kelangkaan BBM. (Foto/Ist)

Banda Aceh – Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga ratusan meter, memicu kemacetan di beberapa ruas jalan utama.

Pantauan di lapangan pada Kamis hingga Jumat (5–6 Maret 2026), antrean terlihat di beberapa SPBU strategis seperti SPBU Jeulingke, SPBU Batoh, SPBU Lamnyong, hingga SPBU Lingke. Di beberapa lokasi, antrean kendaraan bahkan meluber ke badan jalan dan menghambat arus lalu lintas.

Sejumlah warga mengaku memilih mengisi BBM lebih awal karena khawatir terjadi kelangkaan dalam waktu dekat. Kekhawatiran ini dipicu oleh informasi yang beredar luas di media sosial mengenai stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk sekitar 20 hari.

Baca Juga |  Lapas Banda Aceh Gelar Skrining TBC untuk 576 Warga Binaan

Isu tersebut merujuk pada pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menyebut cadangan BBM nasional berada pada kisaran sekitar 20 hari. Pernyataan itu kemudian berkembang di ruang publik dan ditafsirkan sebagai potensi krisis energi.

Akibatnya, sebagian masyarakat memilih melakukan pengisian BBM secara bersamaan. Fenomena ini dikenal sebagai panic buying, yakni perilaku membeli secara berlebihan karena kekhawatiran terhadap kelangkaan barang.

Seorang pengendara sepeda motor yang ditemui di kawasan Kuta Alam, Ilham, mengatakan dirinya terpaksa ikut mengantre karena melihat banyak kendaraan lain melakukan hal yang sama.

“Awalnya saya tidak tahu ada isu kelangkaan. Tapi setelah lihat antrean panjang dan ramai di media sosial, saya ikut isi saja untuk berjaga-jaga,” ujarnya.

Baca Juga |  LPSK Gelar Sosialisasi Perlindungan Saksi dan Korban di Banda Aceh

Fenomena ini menunjukkan bagaimana informasi yang belum sepenuhnya dipahami publik dapat memicu reaksi berantai di masyarakat. Ketika satu kelompok mulai membeli dalam jumlah lebih besar, kelompok lain cenderung mengikuti demi menghindari risiko kehabisan.

Di sisi lain, pihak kepolisian dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum terverifikasi. Mereka menegaskan bahwa distribusi BBM di Aceh masih berjalan normal.

Pihak Pertamina juga memastikan pasokan BBM untuk wilayah Aceh tetap aman dan distribusi ke SPBU berjalan sesuai jadwal. Cadangan operasional sekitar 20 hari yang disebut pemerintah merupakan standar stok nasional yang secara rutin dijaga melalui sistem distribusi berlapis.

Namun demikian, lonjakan permintaan akibat panic buying berpotensi menimbulkan kelangkaan sementara di tingkat SPBU. Jika pembelian dilakukan secara berlebihan dalam waktu singkat, stok di tangki SPBU dapat cepat habis sebelum pengiriman berikutnya tiba.

Baca Juga |  Tokoh Aceh Dorong Peran Pemuda Pasca-MoU Helsinki

Pengamat energi menilai fenomena ini juga dipengaruhi situasi geopolitik global yang sedang memanas. Konflik di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran publik terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi publik yang jelas terkait kebijakan energi. Tanpa penjelasan yang komprehensif, informasi mengenai cadangan energi dapat dengan mudah memicu spekulasi dan kepanikan.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Stabilitas distribusi energi sangat bergantung pada perilaku konsumsi masyarakat itu sendiri.

Jika panic buying terus terjadi, bukan tidak mungkin kelangkaan yang semula hanya kekhawatiran justru berubah menjadi kenyataan di tingkat distribusi lokal.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

News

Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK Bertambah, Polisi Kembangkan Penyidikan

News

Ramdani Boy Resmi Pimpin Ditjenpas Aceh
Rapat koordinasi Ditjenpas Aceh dengan Forkopimda dan pemkab Aceh Tamiang.

News

Ditjenpas Aceh Perkuat Sinergi Jemput Warga Binaan
Diskusi pencabutan JKA, Balai Syura Ureung Inong Aceh

News

Balai Syura Desak Kepastian Hukum Pencabutan Pergub JKA Aceh
Rumah korban banjir Aceh timur.

News

Bantuan Pascabencana Dipertanyakan, Rumah Warga Aceh Timur Belum Diperbaiki
Rival Amiruddin bersama Kapolda Aceh

News

PSI Aceh-Kapolda Bahas Ekonomi Rakyat dan Kemajuan Daerah
Sosialisasi tertib berlalu lintas

News

Operasi Patuh 2026 Digelar, ETLE dan Tilang Manual Diperkuat
Illiza Saaduddin Djamal, walikota Banda Aceh

Hukum & Kriminal

Illiza Tegaskan Kasus Khalwat ADC DPRA Tetap Diproses Hukum