Home / Aceh Besar / Lingkungan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:48 WIB

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh

Dugong Conservation. Kolaborasi Natural Aceh dan KEHATI menjaga habitat dugong di Lamreh. (Foto:Dok/LamanNews)

Dugong Conservation. Kolaborasi Natural Aceh dan KEHATI menjaga habitat dugong di Lamreh. (Foto:Dok/LamanNews)

Aceh Besar – Kemunculan mamalia laut langka dugong (Dugong dugon) di kawasan pesisir Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, mendorong Natural Aceh bersama Yayasan KEHATI memulai program konservasi habitat melalui transplantasi lamun sebagai sumber pakan utama satwa dilindungi tersebut.

Program bertajuk “Langkah Kecil Kita Hari Ini, Masa Depan Besar bagi Lamun dan Dugong” itu digelar di kawasan padang lamun Pantai Tebing Lamreh, Sabtu (11/7/2026), dengan melibatkan pegiat lingkungan, akademisi, masyarakat, relawan konservasi, serta tim penyelam.

Selain melakukan transplantasi lamun, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem padang lamun yang menjadi habitat sekaligus sumber makanan utama dugong.

Direktur Program Yayasan KEHATI, Dr. Roni Megawanto, mengatakan pelestarian padang lamun merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan populasi dugong di Indonesia.

“Dengan melestarikan padang lamun, secara otomatis kita juga menyelamatkan habitat dugong. Ini merupakan konservasi pertama yang kami lakukan di Aceh yang secara khusus berfokus pada dugong,” katanya.

Baca Juga |  Mengenal Dunia Penerbangan, Siswa SD di Aceh Besar Kunjungi Lanud SIM

Menurutnya, KEHATI mengapresiasi inisiatif Natural Aceh yang telah mengembangkan platform pelaporan dugong berbasis masyarakat. Sistem tersebut memungkinkan nelayan dan warga pesisir melaporkan kemunculan dugong sehingga dapat membantu pendataan sekaligus memperkuat upaya perlindungan satwa langka tersebut.

Sementara itu, pemerhati sekaligus peneliti dugong, Dr. Audrie J. Siahainenia, mengungkapkan hingga kini belum tersedia data pasti mengenai populasi dugong di Aceh. Namun laporan masyarakat, terutama nelayan pesisir, menjadi informasi awal yang sangat penting dalam mengidentifikasi keberadaan mamalia laut tersebut.

Ia menjelaskan, dugong merupakan mamalia laut herbivora yang seluruh hidupnya sangat bergantung pada keberadaan padang lamun.

“Saat penyelaman tadi, saya melihat hamparan padang lamun di Lamreh masih sangat luas. Memang belum terlihat jalur makan dugong yang baru, melainkan bekas jalur lama yang sudah tertutup alga. Kalau jalur makan baru biasanya terlihat berwarna putih. Kondisi perairan di Lamreh juga sangat baik untuk transplantasi lamun,” ujarnya.

Baca Juga |  Tiga Agenda Utama KAGAMA Aceh: Cerdas, Sehat, dan Berdaya

Audrie menjelaskan, dugong dapat hidup hingga sekitar 70 tahun, berkembang biak dengan lambat, menyusui anaknya, serta dikenal memiliki keterikatan kuat terhadap pasangannya. Satwa ini juga memiliki pola jelajah yang luas untuk mencari padang lamun sebagai sumber pakan.

Menurutnya, jalur jelajah dugong di wilayah Aceh terhubung dengan kawasan Laut Andaman, sehingga menjaga habitat lamun di pesisir Aceh memiliki arti penting bagi keberlangsungan ekosistem laut di kawasan tersebut.

Ia menambahkan, perkembangan lamun hasil transplantasi akan dipantau secara berkala selama enam bulan ke depan untuk mengetahui tingkat keberhasilannya sebagai habitat dugong.

Direktur Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, mengatakan organisasinya mulai mengembangkan program konservasi dugong setelah menerima berbagai laporan dari nelayan mengenai kemunculan satwa tersebut di kawasan pesisir Lamreh.

“Di mana ada dugong berarti di situ ada lamun, begitu juga sebaliknya. Harapan kami masyarakat semakin mengenal pentingnya lamun sebagai habitat dugong dan ikut menjaga ekosistem pesisir Aceh,” katanya.

Baca Juga |  Sanitasi dan Air Bersih Kunci Pencegahan Stunting di Aceh Besar

Menurut Zainal, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi karena nelayan merupakan pihak yang paling sering berinteraksi dengan kawasan pesisir dan laut.

Lamun sendiri merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di perairan laut dangkal. Selain menjadi sumber makanan utama dugong, padang lamun juga berperan penting menjaga kualitas perairan, menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap karbon, serta melindungi garis pantai dari abrasi.

Hubungan antara lamun dan dugong menjadi salah satu penopang keseimbangan ekosistem pesisir. Karena itu, menjaga kelestarian padang lamun tidak hanya melindungi dugong, tetapi juga menjaga kesehatan lingkungan laut dan keberlanjutan sumber daya pesisir bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Natural Aceh, Yayasan KEHATI, peneliti, penyelam, dan masyarakat pesisir, diharapkan Lamreh dapat berkembang menjadi salah satu kawasan penting konservasi dugong di Aceh sekaligus pusat edukasi lingkungan berbasis masyarakat.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Bantuan Sba untuk menjadi di Aceh besar

Aceh Besar

Lima Masjid Dapat Bantuan Sarana Ibadah dari Solusi Bangun Andalas
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang
Sambut Kapolda Aceh Ruddi Setiawan

Aceh Besar

Kak Na Sambut Kapolda Aceh Baru
Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

Aceh Besar

Operasi Gabungan Sasar Dugaan Tambang Emas Ilegal di Aceh Besar
Gotong royong TNI dan masyarakat

Aceh Besar

Kudam IM Rehabilitasi TK Malahayati, Wujud Kepedulian TNI AD
Kantor Pertanahan Aceh Besar

Aceh Besar

Balik Nama Sertifikat Hasil Lelang Diduga Kilat, Korban Soroti Dugaan Kelalaian Administrasi Kantor Pertanahan Aceh Besar
Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya

Lingkungan

Mahasiswa Aceh-Malaya: Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera
Gempa Magnitudo 6,7

Lingkungan

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak