Home / Lingkungan

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:48 WIB

Mahasiswa Aceh-Malaya, Negara Belum Tuntaskan Krisis Ekologis Sumatera

Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya terkait tentang pemulihan krisis ekologis Sumatera. (Foto:Dok/LMM)

Deklarasi sikap Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya terkait tentang pemulihan krisis ekologis Sumatera. (Foto:Dok/LMM)

Kuala Lumpur – Mahasiswa Aceh bersama Liga Mahasiswa Malaya menyatakan keprihatinan terhadap penanganan pascabencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Dalam forum diskusi dan deklarasi sikap yang digelar di Sekretariat Rumah Mandiri, Banda Petaling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (24/6/2026), mereka menilai proses pemulihan masyarakat dan rehabilitasi lingkungan belum berjalan optimal meski masa tanggap darurat telah berakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat terdampak sekaligus dorongan kepada pemerintah dan para pemangku kepentingan agar mempercepat langkah pemulihan yang berkelanjutan.

Perwakilan Mahasiswa Aceh, Misbah Hidayat, mengatakan masyarakat terdampak kini telah memasuki hari ke-208 sejak bencana terjadi. Namun, berbagai agenda rehabilitasi dan pemulihan yang sebelumnya dijanjikan dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh warga.

Baca Juga |  Kapal Patroli Bea Cukai Bawa Bantuan Banjir ke Langsa

“Bencana ekologis di Sumatera tidak dapat dianggap selesai hanya karena fase tanggap darurat telah berakhir. Hari ini masyarakat telah memasuki hari ke-208 pascabencana, tetapi pemulihan yang dijanjikan belum sepenuhnya dirasakan. Masyarakat masih menanggung dampak dari kerusakan lingkungan yang terjadi dan seolah dipaksa beradaptasi dengan kondisi yang belum pulih,” ujar Misbah.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan bencana alam, tetapi juga menyangkut tata kelola lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius agar risiko krisis ekologis serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Baca Juga |  Wagub Aceh Sambut Kedatangan Ketua MPR RI

Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi warga terdampak, mulai dari banjir, tanah longsor, kerusakan kawasan hutan, hingga terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Mereka menilai pemulihan lingkungan dan kehidupan warga harus menjadi prioritas utama setelah fase darurat berakhir.

“Kami menyampaikan sikap ini sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat terdampak sekaligus komitmen untuk terus mengawal proses pemulihan dan rekonsiliasi lingkungan. Negara tidak boleh berhenti pada narasi penanganan darurat, tetapi harus memastikan hadir hingga masyarakat benar-benar pulih,” tegas Misbah.

Dalam deklarasi tersebut, Mahasiswa Aceh dan Liga Mahasiswa Malaya juga mendesak percepatan rehabilitasi kawasan terdampak, penguatan sistem mitigasi bencana berbasis lingkungan, serta evaluasi terhadap kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang berpotensi meningkatkan kerentanan ekologis.

Baca Juga |  ATM Drive Thru Bank Aceh Hadir di Samping Masjid Raya

Mereka berharap penanganan bencana di masa depan tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan, pemulihan ekosistem, dan perlindungan masyarakat secara berkelanjutan.

Forum ditutup dengan seruan kepada pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama demi keberlanjutan generasi mendatang. Pernyataan tersebut disuarakan melalui kampanye bertajuk #WargaMenggugatNegara.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Dialog multipihak, FJL dan HAkA

Gayo Lues

Tanah Gayo Terancam Tambang, Kolaborasi Jadi Solusi
Musim kemarau di Aceh dan cuaca ekstrem.

Banda Aceh

Mengapa Suhu di Aceh Semakin Gerah? Ini Penyebab Cuaca Panas di Aceh
Dugong Conservation. Natural Aceh dan Yayasan KEHATI.

Aceh Besar

Kemunculan Dugong Langka di Lamreh Picu Konservasi Habitat Lamun di Aceh
Peresmian sumur bor PT solusi bangun Indonesia

Aceh Tamiang

Solusi Bangun Indonesia Resmikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang
Gempa Magnitudo 6,7

Lingkungan

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BPBD Data Kerusakan dan Dampak
Hutara rusak akibat hujan dan angin badai

Aceh Utara

Huntara Rusak Diterjang Hujan, Efektivitas Anggaran Dipertanyakan
Aktivis CSO Sumatera desak percepatan pemulihan bencana

Lingkungan

CSO Sumatera Desak Percepatan Pemulihan Bencana
Kebakaran rumah kos putri di kopelma Darussalam

Aceh Besar

Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kos di Kopelma Darussalam