Home / Banda Aceh

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:04 WIB

Mualem Pastikan Hilirisasi Migas Blok Andaman

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), memastikan pengembangan hilirisasi minyak dan gas (migas) dari Blok Andaman akan menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. Menurutnya, potensi gas alam yang besar harus dimanfaatkan melalui perencanaan yang matang agar memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Gas alam kita sangat melimpah. Karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan matang. Lampu hijau untuk hilirisasi sudah kita dapatkan,” ujar Mualem di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Mualem menegaskan, keberadaan Blok Andaman merupakan peluang strategis bagi Aceh. Menurutnya, manfaat proyek tersebut tidak boleh hanya dipandang dari sisi penerimaan keuangan daerah, tetapi juga harus mampu menciptakan industri baru, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta membuka lapangan kerja yang luas.

“Kalau hanya berbicara soal finansial, pembahasannya sebatas pembagian hak dalam bentuk rupiah. Yang kita inginkan adalah Blok Andaman menjadi motor penggerak ekonomi Aceh, mengembangkan SDM, dan menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan perencanaan yang matang. Ini bukan pekerjaan yang bisa dilakukan secara instan,” katanya.

Baca Juga |  Pemerintah Aceh dan Mahasiswa Teken Komitmen Cabut Pergub JKA

Pernyataan Gubernur disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi. Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh telah beberapa kali membahas rencana hilirisasi migas Blok Andaman dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun.

Nurlis menyebutkan, kawasan Andaman memiliki enam blok migas utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman. Tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy.

“Proyek ini akan menjadi titik awal pergerakan hilirisasi migas di Aceh,” ujarnya.

Baca Juga |  Solidaritas Malaysia, Bantuan Kemanusiaan Diserahkan ke Aceh

Menurut Nurlis, hilirisasi akan dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe sehingga sejalan dengan Program Strategis Nasional yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029, termasuk pengembangan KEK Arun Lhokseumawe, serta selaras dengan RPJMA Aceh 2025–2029.

Ia menjelaskan, Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan menghasilkan sekitar 300 MMSCFD gas. Hingga saat ini, komitmen penjualan gas melalui Gas Sale Agreement (GSA) baru mencapai 160 MMSCFD kepada PLN, sehingga masih tersedia pasokan yang besar untuk mendukung pengembangan berbagai industri hilir.

“Masih sangat terbuka peluang tumbuhnya industri baru berbasis gas di Aceh,” katanya.

Gas alam tersebut, lanjut Nurlis, dapat diolah menjadi metanol dan hidrogen. Metanol memiliki peran penting sebagai bahan campuran biodiesel yang saat ini menjadi bagian dari program strategis nasional.

“Karena itu, pembangunan pabrik metanol perlu mulai dipersiapkan sejak sekarang. Biodiesel berbahan baku kelapa sawit membutuhkan metanol sebagai campurannya,” jelasnya.

Baca Juga |  Balai Syura Kecam Kekerasan di Daycare dan Lembaga Pendidikan

Selain gas, Wilayah Kerja South Andaman juga diperkirakan menghasilkan sekitar 7.500 barel kondensat per hari yang dapat diolah menjadi nafta, kerosin, serta gasoline sebagai bahan baku berbagai industri dan energi.

“Kondensat tersebut akan menjadi pendorong berdirinya kilang pengolahan (refinery). Dampak ekonomi yang sesungguhnya akan dirasakan ketika berbagai industri hilir itu mulai beroperasi,” ujarnya.

Nurlis menambahkan, keberhasilan hilirisasi juga membutuhkan dukungan SDM yang kompeten. Karena itu, Pemerintah Aceh berharap Mubadala Energy turut berperan dalam pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal melalui pendidikan dan pelatihan.

“Itulah sebabnya Gubernur Mualem menginginkan seluruh proses dipersiapkan secara matang dan dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak demi kepentingan dan kemajuan Aceh,” tutup Nurlis.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Gedung KPKNL banda Aceh.

Banda Aceh

Aset Berpindah Kepemilikan, Korban Pertanyakan Mekanisme Lelang di KPKNL Banda Aceh
Piagam penghargaan

Banda Aceh

Polda Aceh Apresiasi Integritas Pegawai Rutan Takengon
Aktivis Anti Korupsi, Yulindawati

Banda Aceh

Surat Polda Aceh Ungkap Permohonan Pemeriksaan Bupati Aceh Timur Iskandar Al-Farlaky ke Presiden dalam Kasus Beasiswa APBA 2017

Banda Aceh

Wakapolda Aceh Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80
Polda Aceh naik pangkat.

Banda Aceh

Kapolda Aceh Naikkan Pangkat 1.544 Personel
Sertijab karorena

Banda Aceh

Karorena Polda Aceh Serahkan Jabatan, Kapolda Sampaikan Pesan Purna Tugas
Penyerahan penghargaan O2SN Kota Banda Aceh

Banda Aceh

Dominasi O2SN 2026, SMATIKA Aceh Sabet Gelar Juara Umum
Ditjenpas Aceh, Ramdani boy

Banda Aceh

Kakanwil Ditjenpas Aceh Tinjau Lapas Banda Aceh