Bener Meriah — Upaya pemulihan psikososial anak-anak terdampak bencana di wilayah dataran tinggi Aceh terus berlanjut. Memasuki hari kelima, Road Show YABANI Berkisah yang digagas Yayasan Bina Anak Usia Dini (YABANI) kembali menyambangi daerah terpencil di Kabupaten Bener Meriah. Kali ini, kegiatan berlangsung di Kampung Burni Pase, Kecamatan Permata, Sabtu (24/1/2026), dengan menempuh medan yang dikenal ekstrem dan sulit dijangkau.
Kehadiran relawan YABANI bersama Kak Bimo, pendongeng nasional dari Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI), menjadi angin segar bagi anak-anak yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana alam.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi geografis yang menantang, aktivitas berkisah menjadi medium efektif untuk membangun kembali rasa aman, harapan, dan optimisme anak-anak.
Metode berkisah yang digunakan tidak sekadar hiburan. Kak Bimo menyampaikan kisah-kisah keteladanan para nabi yang sarat pesan tentang kesabaran, keikhlasan, dan ketangguhan menghadapi ujian hidup.
Cerita disampaikan dengan gaya komunikatif dan ekspresif, membuat anak-anak terlibat aktif, tertawa, dan berani mengekspresikan emosi mereka, sebuah tahapan penting dalam pemulihan trauma pascabencana.
Dalam konteks kebencanaan, anak-anak kerap menjadi kelompok paling rentan. Minimnya ruang bermain dan pendampingan psikologis pascabencana berpotensi meninggalkan luka jangka panjang. Road Show YABANI Berkisah hadir untuk mengisi celah tersebut, dengan pendekatan berbasis nilai spiritual, pendidikan karakter, dan pemulihan mental.
Ketua Posko YABANI, Dhulhadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kesehatan mental anak-anak di wilayah rawan bencana. Ia menekankan bahwa anak-anak harus kembali pada rutinitas normal mereka.

“Anak-anak harus tetap kuat dan semangat. Bencana jangan sampai mematahkan harapan mereka. Sekolah, bermain, dan tertawa adalah bagian dari proses pemulihan,” ujar Dhulhadi.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Dukungan orang tua dan tokoh setempat memungkinkan anak-anak merasa aman dan diterima, sehingga proses pemulihan berjalan lebih alami.
Kegiatan YABANI Berkisah di Burni Pase juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Ibu bupati Bener Meriah, Meutia Fauziah Tagore, sebagai Bunda PAUD serta Ketua TP PKK dan Ketua PD HIMPAUDI, Karyati, turut hadir dan menyapa langsung anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan puisi yang mengangkat semangat harapan dan keberanian, sebagai bentuk dukungan moral bagi anak-anak dan relawan.
Kehadiran pimpinan daerah ini dinilai memberi pesan kuat bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial masyarakat, khususnya generasi muda.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para relawan, Ketua TP PKK Bener Meriah bersama Ibu Sekretaris Daerah serta Ketua Himpunan Bener Meriah menyerahkan cinderamata kepada Kak Bimo dari PPMI, Dhulhadi selaku Ketua Posko YABANI, serta Kak Wahyu Qece dari HCI. Penyerahan tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas elemen dalam misi kemanusiaan.
Road Show YABANI Berkisah telah membuktikan bahwa pendekatan sederhana seperti mendongeng mampu menjadi alat pemulihan yang kuat, terutama di wilayah dengan akses layanan psikososial yang terbatas. Melalui cerita, anak-anak diajak memahami bahwa ujian hidup adalah bagian dari perjalanan, dan harapan selalu bisa tumbuh kembali.
Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya, YABANI menunjukkan bahwa kepedulian, konsistensi, dan kolaborasi mampu menembus batas.
Road show ini bukan hanya perjalanan fisik melintasi pegunungan, tetapi juga perjalanan kemanusiaan untuk memastikan anak-anak di pelosok negeri tetap memiliki masa depan yang cerah.








