Nagan Raya — Road Show YABANI Berkisah kembali menjangkau salah satu titik terdampak bencana di Aceh. Yayasan Bina Anak Usia Dini (YABANI) bersama pendongeng nasional Kak Bimo tiba di Gampong Babah Suak, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, pada Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini berlangsung di tengah proses pemulihan masyarakat setempat yang masih berjuang bangkit dari dampak banjir bandang dan luapan sungai yang melanda wilayah itu sejak akhir November 2025.
Gampong Babah Suak tergolong salah satu desa yang paling terdampak dari musibah tersebut. Menurut data resmi, desa ini termasuk dalam daftar wilayah terdampak banjir bandang yang menggenangi puluhan desa di sejumlah kecamatan di Nagan Raya.
Sekitar ribuan warga hilang rumahnya, infrastruktur rusak, dan ratusan kepala keluarga masih bertahan di posko pengungsian, bahkan menjelang akhir Januari 2026, bantuan masa panik masih tersalur secara bertahap.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim YABANI tetap menempuh jalur terjal dan lama untuk mencapai lokasi kegiatan. Medan yang sulit tak menghalangi semangat relawan untuk hadir menemani anak-anak di pengungsian dan lingkungan sekitar.
Setibanya di Babah Suak, Road Show YABANI Berkisah menghadirkan sesi cerita yang bertema rasa syukur, ketabahan, dan doa kepada Allah SWT.
Pendongeng nasional Kak Bimo memadukan kisah moral dan nilai spiritual dalam narasi yang komunikatif dan penuh energi, menyesuaikan isi cerita dengan suasana pascabencana. Anak-anak didorong untuk tetap bersyukur, berdoa, serta memelihara kebersihan diri dan lingkungan meski dalam situasi yang sulit.
“Kita tetap harus bersyukur atas nikmat kehidupan dan belajar menjaga kebersihan walau keadaan memaksa kita hidup sementara di tempat pengungsian,” ujar Kak Bimo dalam sesi berkisah yang disambut tawa dan tepuk tangan anak-anak.
Pesan ini dikemas lewat cerita analogi sederhana yang mudah dicerna oleh peserta usia dini.
Ketua Posko YABANI, Dhulhadi, menegaskan bahwa kehadiran YABANI di Babah Suak bukan semata sambutan atau kegiatan rutinitas. Ia mengatakan ini adalah bentuk nyata kerja tim relawan bersama para donatur yang memilih berada di garis depan membantu anak-anak dalam proses pemulihan psikososial.
“Kami hadir di sini bukan atas nama pribadi, tetapi dengan semangat kerja bersama seluruh tim dan donatur. Harapan kami sederhana: anak-anak di sini tetap semangat, ceria, dan terus belajar,” ujar Dhulhadi.
Kegiatan YABANI Berkisah di Gampong Babah Suak menjadi salah satu bukti bahwa pendekatan edukasi berbasis cerita dan nilai karakter masih sangat relevan diterapkan, terutama di wilayah yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
Selain aspek hiburan, kegiatan ini juga membangun ruang belajar yang memberi anak-anak kekuatan emosional serta inspirasi harapan di tengah tantangan sehari-hari.








