Banda Aceh — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Alibasyah, M.M., di Mapolda Aceh, Senin (20/10/2025).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, menandai komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas antara lembaga adat Wali Nanggroe dan institusi kepolisian demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Aceh.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menjaga kedamaian dan ketertiban di Aceh.
“Wali Nanggroe mengajak Polda Aceh untuk terus bersinergi dengan seluruh stakeholder guna menjaga dan mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan Aceh, terutama untuk menarik minat investasi di daerah,” ujar Joko Krisdiyanto.
Ia menambahkan, kolaborasi erat antara lembaga adat dan kepolisian menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat semangat kebersamaan pasca-perdamaian Aceh.
Selain membahas isu keamanan, Wali Nanggroe juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem di Aceh yang berpotensi memicu bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
“Wali Nanggroe mendorong Polda Aceh untuk bersinergi dengan instansi terkait dalam upaya mitigasi, antisipasi, serta penanganan cepat di lokasi bencana,” jelas Kombes Joko.
Upaya pencegahan dini dan kesiapsiagaan lintas sektor dinilai penting untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi dari bencana alam di wilayah Aceh, terutama menjelang musim hujan.
Audiensi ini turut dihadiri oleh sejumlah staf Wali Nanggroe dan Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh. Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol keakraban dan komitmen memperkuat kerja sama antara lembaga adat dan aparat kepolisian.
“Sinergi antara Wali Nanggroe dan Polda Aceh adalah contoh nyata kolaborasi antara nilai adat dan institusi negara demi menjaga kedamaian serta kesejahteraan masyarakat Aceh,” tutup Kombes Joko.








