Aceh Barat — Menjelang gelaran Persit Bisa 2026 di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026, UMKM Mutiara Kasab binaan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda terus mematangkan persiapan. Produk kerajinan kasab khas Aceh Barat diproyeksikan tampil sebagai representasi budaya lokal di panggung nasional, (Selasa, 05/05/2026).
Usaha kreatif yang dirintis Ny. Ema Mutiara Deka ini mengusung sulaman kasab sebagai identitas budaya sekaligus produk ekonomi kreatif. Partisipasi dalam ajang tersebut tidak hanya bersifat pameran, tetapi juga strategi memperluas eksposur budaya Aceh ke pasar nasional.
Sebagai istri prajurit, Ny. Ema menempatkan diri tidak hanya dalam peran pendamping, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang menciptakan nilai tambah berbasis kearifan lokal. Ia merupakan istri Koptu Didik Sulistyo Budi, personel TNI di Aceh Barat.
Menghadapi event ini, Mutiara Kasab melakukan peningkatan menyeluruh, mulai dari inovasi desain hingga kualitas produksi dan tampilan kemasan. Sebanyak 212 produk disiapkan, mencakup tas, dompet, hiasan dinding, songket, sarung kursi, taplak meja, hingga sajadah khas Aceh.
Seluruh produk dibuat secara handmade menggunakan teknik sulam kasab dengan benang emas. Proses produksi memerlukan ketelitian tinggi, dengan waktu pengerjaan berkisar antara satu minggu hingga satu bulan, tergantung kompleksitas motif.
Motif khas seperti Pucok Rebung, Pinto Aceh, dan Sulubayung tetap dipertahankan sebagai nilai diferensiasi, yang tidak hanya memiliki estetika tetapi juga mengandung filosofi budaya Aceh.
Dari sisi pemasaran, Mutiara Kasab memperkuat promosi melalui media sosial dan jaringan komunitas, sekaligus memberdayakan pengrajin lokal dalam proses produksi.








