Home / Banda Aceh / Kriminal

Jumat, 14 November 2025 - 15:56 WIB

Dugaan Pungli dan Manipulasi Absensi, Foreder Minta Investigasi Menyeluruh

Gedung Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar. (Foto:Dok/Ist)

Gedung Puskesmas Mesjid Raya Aceh Besar. (Foto:Dok/Ist)

Banda Aceh — Forum Relawan Demokrasi (Foreder) meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar segera melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan manipulasi absensi dan lemahnya sistem pengawasan di Puskesmas Mesjid Raya, Kecamatan Mesjid Raya. Desakan ini disampaikan Sekretaris Foreder, Yulindawati, setelah lembaganya menerima berbagai laporan dugaan maladministrasi di unit layanan kesehatan tersebut.

Menurut Yulindawati, terdapat indikasi kuat bahwa Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Mesjid Raya, Zubaini, melakukan manipulasi dalam penyusunan absensi bulanan pegawai. Ia menyebut, data yang dihimpun menunjukkan absensi Kepala Puskesmas tercatat 100 persen hadir, meskipun memiliki catatan dinas luar hingga 26 kali per bulan, angka yang bahkan melampaui jumlah hari kerja efektif.

“Ini anomali yang tidak bisa dianggap sepele. Dinas luar hampir setiap hari, tetapi absensi tetap penuh. Ini harus diinvestigasi,” tegas Yulindawati.

Selain itu, absensi Bendahara JKN juga disebut janggal. Berdasarkan pemantauan Foreder, bendahara tersebut jarang terlihat di lingkungan puskesmas namun tetap tercatat hadir penuh tanpa pengecualian. Hal ini memperkuat dugaan adanya manipulasi sistematis dalam pengelolaan kehadiran pegawai.

Baca Juga |  Nostalgia Kak Na, Diselamatkan Sopir Tangki Saat Banjir

Pelayanan Rawat Inap Dinilai Minim Standar

Baca Juga |  Fajran Zain Berbagi Strategi dengan Siswa SMAN 9 Banda Aceh Untuk Raih Beasiswa Pendidikan

Yulindawati turut menyoroti lemahnya kualitas pelayanan rawat inap. Seluruh petugas piket disebut berasal dari tenaga bakti tanpa SK, minim pengalaman, dan bekerja tanpa pendampingan PNS.

“Mereka bekerja tanpa perlindungan, tanpa SK, dan tanpa pengawasan. Jika terjadi masalah, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko kesalahan prosedur sekaligus mengancam kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Foreder Minta Audit Menyeluruh

Foreder menilai berbagai temuan tersebut menunjukkan lemahnya tata kelola internal serta membuka celah pelanggaran yang lebih serius. Oleh sebab itu, Yulindawati memastikan pihaknya akan terus mengawal kasus ini.

“Tidak ada yang perlu takut. Kalau nanti ada staf yang melanggar prosedur, tentu harus diproses sesuai aturan. Yang penting adalah transparansi,” tegasnya.

Foreder mendesak Dinas Kesehatan Aceh Besar untuk melakukan audit total terhadap administrasi, absensi pegawai, mekanisme pengawasan, serta tata kelola pelayanan rawat inap di Puskesmas Mesjid Raya.

Baca Juga |  Perempuan dan Anak Muda Didorong Jadi Penggerak Dunia Kerja Inklusif

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Puskesmas Mesjid Raya maupun Dinas Kesehatan Aceh Besar belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait temuan Foreder.

Reporter: ,
Editor:

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Marnia Kenalkan Kosmetik Lokal di Wisuda UUI
Ketua Yayasan Ubudiyah Indonesia Prof Marniati

Banda Aceh

Prof. Adjunct Marniati: Ikhtiar, Kejujuran, dan Ridha Allah Menjadi Jalan Kesuksesan
Wisuda Universitas Ubudiyah Indonesia

Banda Aceh

310 Mahasiswa UUI Diwisuda, Prof Marniati: Lulusan UUI Harus Terus Belajar

Banda Aceh

Pangdam IM Buka Lomba PBB SLTA Se-Aceh

Banda Aceh

Wagub Dek Fadh Kumpulkan Forkopimda Bahas Kondisi Aceh

Banda Aceh

Polresta Banda Aceh Tangkap Terduga Penggelap Motor TNI

Banda Aceh

Prof. Marniati Hadir di Tengah Duka Keluarga Mahasiswi UUI

Banda Aceh

Pemprov Aceh Berduka, Sjamsul Kahar Tutup Usia